Tiga Investor Bersaing Garap TAA

 

 

RADAR PALEMBANG – Ada berita gres terkait penggarapan mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api Api (KEK TAA) yang belakangan terkesan redup. Sedikitnya, saat ini ada tiga perusahaan (investor) yang tengah mengikuti tahapan seleksi atau beauty contest, untuk nantinya ditetapkan sebagai perusahaan yang berhak.

Seperti diungkapkan Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (PT SMS) sebagai badan usaha pengelola KEK TAA, I Gede Bagus (IGB) Surya Negara, ketiga investor tersebut yakni PT Hai Yin perusahaan nasional yang bekerjasama dengan investor dari Tiongkok, kemudian PT Tripatra juga join dengan investor yang juga dari Tiongkok, dan PT Sriwijaya Tanjung Carat bekerjasama dengan perusahaan asal Belanda.

“Proses beauty contest ini memakan waktu sekitar satu minggu. Nah, minggu depan diperkirakan sudah ada penentuan perusahaan yang akan ditujuk untuk menggarap proyek KEK TAA tersebut,” kata Surya, Selasa (12/9).

Poin penting yang menjadi penilaian kepada perusahaan tersebut diantara terkait kesiapan dana. Dimana untuk pembangunan KEK TAA ini dibutuhkan biaya sekitar Rp 50 triliun. Selain itu, investor juga menyiapkan mengenai perencanaan teknisnya. “Termasuk juga di dalamnya ada tidaknya dukungan dari sejumlah vendor yang mendukung percepatan pembangunan KEK TAA tersebut,” katanya.

Surya menambahkan, meningat nilai investasi untuk pembangunan sarana dan prasarana yang cukup besar, maka perusahaan yang memenangkan beauty contest ini nantinya juga diizinkan untuk menjalin konsorsium lanjutan ke sejumlah perusahaan pendukung lainya. “Sesuai dengan prosedur dari Kementerian Keuangan, maka perusahaan yang bersangkutan nantinya dapat menjalin kerjasama lanjutan,” katanya.

Kedepan, dengan telah adanya perusahaan yang ditetapkan, diharapkan pembangunan KEK TAA ini dapat segera berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Pokok utama pembangunan tahap awal ini meliputi gerbang utama kawasan, kantor administratur, dan kantor badan usaha pengelola KEK. Disamping sarana penunjang lainya seperti listrik, air bersih, dan tempat pengelolaan limbah.

Sementara terkait lahan, pada tahap pertama ini harus mencapai luas 217 hektar, dimana 66,13 kini sudah dibebaskan. Sementara sisanya ditargetkan bisa selesai makimal pada Juni 2018. “Jadi pertengahan tahun depan diwajibkan KEK TAA sudah mulai beroperasional,” katanya.

 

Sebelumnya I Gede Bagus (IGB) Surya Negara juga mengingatkan, Sumsel masih punya waktu beberapa bulan lagi untuk memastikan kelanjutan penggarapan KEK TAA. Soalnya, hasil sidang dewan nasional KEK yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian beberapa waktu lalu, diputuskan penjaringan investor akan diperpanjang  satu tahun sampai dengan akhir Juni 2018 mendatang. ”KEK TAA operasional tahap awal  satu. Dengan persyaratan minimal,” katanya.

Diungkapkanya, syarat minimal tersebut yakni sudah ada kantor administrator dan kantor PT SMS (badan usaha pengelolah kawasan ekonomi khusus). Ini sudah ada, tapi sifatnya semi permanen dimana bangunanya dari kayu. Disamping, harus ada fasilitas dasar seperti air, listrik dan pengelolahan limbah seperti persampahan. “Nah, jika ini sudah maka operasional KEK,” sebutnya.

Kata Surya, yang operasional dengan syarat minimal disini adalah sudah siap sarana dan prasarana. Jadi bukan berarti ada pabrik. “Jadi, PT SMS dan badan administrator ini yang akan melayani para investor,  ucapnya.  Pada posisi ini administrator KEK melayani perizinan dari pusat sampai ke tingkat daerah (provinsi dan kabupaten) sehingga satu pintu. Sedangkan PT SMS yang melakukan kerja sama dengan para investor.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel, Ernila Rizar pernah mengatakan, pihaknya akan membuat DED kawasan industri di KEK TAA. Pembuatan ini difasilitasi oleh Kementerian Industri, mereka dibantu tim akademisi dari berbaga universitas. Target pembuatan DED ini pada Oktober mendatang sehingga setelah selesai, maka DED ini bisa menjadi modal untuk menarik para investor. “Untuk feasibilty studi sudah ada dan sejak lama dibuat kemudian dilanjutkan dengan master plan. Ini dilanjutkan dengan pembuatan DED,”

Dijelaskannya, pada DED ini akan dibuat diatas lahan milik PT SMS seluas 66 hectar. Lahan yang merupakan aset PT SMS tersebut akan dibuat gapura, perkantoran dan kawasan pergudangan. “Ini pengembangan tahap pertama dan target selesai Juni 2018,”

Targetnya, kata dia, pada tahap kedua akan dilakukan pengembangan lagi. Namun tentunya setelah dilakukan pembebasan lahan. Ada 150 hektar lahan yang perlu dibebaskan. “Kalau untuk detailnya belum, tapi rencana tahun depan. Tapi informasi detailnya tanya ke PT SMS,”tukasnya. (tma)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan