Ritual Penutupan Ceng Beng di Palembang

0
295
Panitia Ceng Beng Palembang sedang melakukan ritual Ceng Beng di pemakaman Talang Kirikil dan Soak

 

RADAR PALEMBANG- Panitia pelaksana perayaan Ceng Beng di Pemakaman Talang Kerikil dan Soak Bato Palembang menggelar ritual penutupan perayaan Ceng Beng Minggu  (18/4/2021).

“Iya ini merupakan rangkaian penutupan perayan Ceng Beng di  kota Palembang,”ungkap Chandra Husin, ketua panitia pelaksana perayaan Ceng Beng.

Menurut Chandra, dengan digelarnya  ritual ini maka aktifitas  panitia kegiatan Ceng Beng di pemakaman Talang Kerikil dan Soak berakhir. “Iya karena Covid 19 pengunjung Ceng Beng Tahun ini  hanya hanya sekitar 20 persen, meski begitu panitia Ceng  Beng tetap melakukan bersih bersih diseputaran pemakaman,”ucapnya.

Chandra menerangkan, Ceng Beng adalah salah satu dari 24 Jieqi yang ditentukan berdasarkan posisi bumi terhadap matahari. Pada Kalender Gregorian awal (bukan akhir!). “Bila kita artikan kata Ceng beng, maka Ceng berarti cerah dan Beng artinya terang sehingga bila digabungkan maka Cengbeng berarti terang dan cerah,”ujarnya.

Menurut Chandra, sejarah Ceng beng yang dimulai pada dinasti Zhou, awalnya tradisi ini merupakan suatu upacara yang berhubungan dengan musim dan pertanian serta pertanda berakhirnya hawa dingin (bukan cuaca) dan dimulainya hawa panas.

Pada dinasti Tang, hari ceng beng ditetapkan sebagai hari wajib untuk para pejabat untuk menghormati para leluhur yang telah meninggal, dengan mengimplementasikannya berupa membersihkan kuburan para leluhur, sembahyang dan lain-lain.

“Di dinasti Tang ini, implementasi hari ceng beng hampir sama dengan kegiatan sekarang, misalnya seperti membakar uang-uangan, menggantung lembaran kertas pada pohon Liu, sembayang dan membersihkan kuburan,”jelasnya.(sep)

 

LEAVE A REPLY