Ridho-Fikri Lawan Kotak Kosong?

 

 

**Didukung Hampir Seluruh Parpol

 

RADAR PALEMBANG  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Prabumulih bias jadi nantinya akan melawan “kotak kosong”. Sebab, dari sejumlah partai yang ada kursinya di DPRD Prabumulih, hampir seluruhnya mendukungan pasangan incumbent H Ridho Yahya dan Andriansyah Fikri.

Terakhir, tingal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang masih belum menentukan arah politiknya. Walaupun begitu, isu beredar jika partai Hanura akan juga akan menjatuhkan pilihan pada Ridho-Fikri. Walau[un begitu, tidak tertuttup kemungkinan akan ada  balon  Wako –Wawako  yang akan bertarung  pada Pilkada 2018 mendatang.

Melihat kondisi ini sendiri menimbulkan isu  yang tidak sedap  dimasyarakat kota Prabumulih bahwa calon incumbent tersebut  sengaja memborong partai untuk memuluskan jalan menjadi orang nomor satu di Kota Prabumulih.

Menanggapi itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Prabumulih, H Daud Rotasi didampingi Bendahara Partai Sutarno menegaskan, dukungan Parpol kepada pasangan Ridho-Fikri murni karena partai yang bersangkutan melihat peluang setelah melakukan survei baik secara internal maupun melihat hasil survei dari sebuah lembaga survei yang berkompeten.

“Kita bukan memborong partai. Kita daftar ke semua partai dengan harapan yang lain juga akan daftar ke kita. Walaupun partai tersebut tidak ada kursi, tetap kita daftar,” tegas Daud. Kemarin (3/12).

Menurut Daud, wajar jika sejumlah partai memberikan dukungan penuh kepada pasangan Ridho-fikri, mengingat hasil survei di Prabumulih sangat mencolok dan memiliki selisih jauh antara nomor satu dan nomor dua.

“Kalau daerah lain kan hasil surveinya dekat-dekat. Prabumulih sangat menyolok, Parpol di Prabumulih juga sudah pintar dari pada tenaga, pikiran dan dana terkuras. Mereka lebih melihat peluang,” ujarnya.

Daud menjelaskan jika dari hasil yang dilakukan lembaga survei seperti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Charta Politika, Rekode dan Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Ridho Yahya rata-rata 76 persen, sementara calon lain nya  hanya 0.8 persen.

“Tokoh lain yang masuk survei seperti Hanan, Ahmad Palo, Kamirul, Rizal Kennedy, Adi Susanto dan TR Hulu juga hanya mendapatkan persentase dibawah 1 persen. Jadi bagaimana Partai lain mau mendukung kalau hasil surveinya kecil. Partai tentunya melihat peluang bukan sekedar ambisi,”jelas nya

Daud menambahkan, pihaknya tidak pernah menghalangi orang lain untuk mendaftar, bahkan Golkar berkeinginan dalam pilkada mendatang ada calon lain yang ikut meramaikan pertarungan politik  biar lebih seru.

“Kami juga tidak menghendaki adanya calon bayangan, walaupun lawan tabung kosong kami tetap jalani. Inilah keadaan Prabumulih beda dengan daerah lain,” papar nya.

Isu adanya borong partai ini juga di tepis oleh Ketua Tim Penjaringan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Prabumulih, A Gani. Menurutnya, dukungan terhadap paslon Ridho-Fikri berdasarkan hasil survei internal yang telah dilakukan Partai Nasdem beberapa waktu lalu.

“Nasdem merupakan partai pertama yang mengusung Ridho-Fikri, karena dari hasil survei internal kita persentasenya jauh diatas paslon lain. Pak Surya Palo juga telah menerangkan setiap dukungan itu tanpa mahar,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua Penjaringan Partai PAN, Sarkowi. Ia menuturkan Partai PAN awalnya menghendaki kader internal yang akan diusung. Namun, lantaran tidak ada yang siap serta hasil rapat pleno sebanyak 90 persen kader menginginkan agar PAN dukung paslon Ridho-Fikri, pihaknya kemudian berkomitmen dukung paslon petahana tersebut. “Memang hasil survei kami pasangan ini sangat tinggi dalam pleno juga 90 persen kader menghendaki mereka maju kembali,” imbuhnya

Sementara itu, Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya mengatakan keberhasilannya menjalankan program,  jika semua itu tak lepas dari kerjasama antara legislatif dan eksekutif selama  ini.

“Sehingga program-program kerakyatan yang dibuat berhasil dijalankan  program dilakasanakan, makanya  dengan adanya  kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif ia bisa  membuat program kerakyatan selama ia memimpin ,” ujarnya.

Kedepan pihaknya akan fokus untuk menuntaskan program-program yang belum selesai dan membuat program baru yang dibutuhkan masyarakat. “Yang belum selesai kita teruskan. Yang sudah selesai kita cari yang baru seperti bangun rumah baru kalau sudah selesai, kedepan kita sasar pembangunan rumah tak layak huni yang berada di tanah milik orang lain,” tandasnya. (and)

 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan