Peserta BPJS TK dari Jasa Konstruksi Melonjak

 

 

RADAR PALEMBANG, – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat terjadi lonjakan peserta dari sektor jasa konstuksi di wilayah Sumatra Bagian Selatan seiring maraknya proyek infrastruktur yang dibangun di daerah tersebut.

Deputi Direktur BPJS TK Sumbagsel, Arif Budiarto, mengatakan jumlah kepesertaan tenaga kerja sektor jasa konstruksi di lima provinsi, yakni Sumsel, Jambi, Bengkulu, Babel dan Lampung melampaui jumlah potensi yang dihitung BPS. “Dari kelima provinsi itu semua realisasi untuk peserta jasa konstruksi melebih potensi peserta, bahkan di Bengkulu realisasinya hingga 1.233% dari potensi,” katanya usai kunjungan ke Griya Agung, Kamis (18/1).

Arif memaparkan kebanyakan tenaga kerja di jasa konstruksi merupakan tenaga kerja informal, sehingga capaian tersebut juga mendongrak jumlah peserta informal. Dicontohkan, proyek infrastruktur yang banyak menyerap tenaga kerja adalah pembangunan jalur kereta api ringan (light rail transit/ LRT) di Palembang.

Menurutnya, jumlah peserta jasa konstruksi di Sumsel mencapai 689.970 orang atau mencapai 399,10% dari potensi yang dipetakan BPS sebanyak 172.882 tenaga kerja. Tenaga kerja tersebut, kata dia, berasal dari 5.551 proyek konstruksi aktif yang ada di Sumsel. Adapun jumlah perusahaan  di Sumsel yang tercatat aktif di BPJS TK Sumsel mencapai 13.787 perusahaan/proyek.

Bahkan dari total peserta di Sumsel per Desember 2017 yang mencapai 1,03 juta tenaga kerja jasa konstruksi mendominasi disbanding peserta penerima upah (PU) dan peserta bukan penerima upah (BPU). “Peserta PU tercatat sebanyak 287.210 tenaga kerja sementara peserta BPU sebanyak 52.912 tenaga kerja,” katanya.

Arif menambahkan jika dibandingkan per provinsi di Sumbagsel, total kepesertaan di Sumsel menempati posisi tertinggi yang kemudian disusul Bengkulu sebanyak 721.599 peserta, Lampung 562.568 peserta, Jambi sebanyak 293.510 peserta dan Bangka Belitung sebanyak 207.785 peserta.

Sementara itu, terkait pembayaran jaminan BPJS TK di Sumsel, pihaknya mencatat telah membayar Rp383,36 miliar sepanjang 2017. Pembayaran jaminan tersebut untuk 42.054 kasus yang terjadi. “Kasus tersebut meliputi empat jaminan yang kami berikan kepada peserta, yakni jaminan hari tua (JHT),jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK) dan jaminan pension (JP),” katanya, jaminan yang paling banyak diberikan pihaknya yakni JHT senilai Rp349,26 miliar untuk 37.930 kasus.

Dia melanjutkan pihaknya juga meminta pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan kepesertaan, terutama peserta perusahaan di Sumsel. “Dukungan dari pemda itu bisa bisa surat keputusan atau instruksi gubernur supaya perusahaan wajib mengikuti kepesertaan dengan 4 program yang ada di BPJS TK,” katanya.

Sementara Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin mengungkapkan sangat mensupport perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayahnya. Menurutnya,  tenaga kerja di Sumsel mencapai 6,2 juta orang. Dari jumlah tersebut tentunya masih banyak yang bisa dirangkul oleh BPJS Ketenagakerjaan. Diapun tak menutup kemungkinan akan membantu BPJS dalam hal bantuan mengumpulkan perusahaan di Sumsel agar perluasan kepesertaan ini semakin cepat.”Kalau soal progres angka kepesertaan saya sudah yakin itu bagus. Makanya kami akan dukung sepenuhnya. apa yang bisa kami bantu akan kami bantu,” katanya.

Namun demikian kata Alex, pihaknya juga berharap BPJS Ketenagakerjaan yang beroperasi di Sumsel bisa berkontribusi meringankan beban daerah mengingat dalam waktu dekat Sumsel akan punya hajatan besar Asian Games. “Sebaliknya juga begitu, kami harap BPJS Ketenagakerjaan mau membantu kita. Bisa dalam bentuk promosi, sosialisasi atau bantuan membangun fasilitas olahraga di Jakabaring untuk Asian Games,” katanya.(tma)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan