Penduduk Sumsel 8,16 Juta Jiwa

0
2760

RADAR PALEMBANG, Sejak tahun 2010 lalu, pertumbuhan jumlah penduduk di Sumsel mengalami peningkatan rata-rata 1,85 persen setiap tahun ini. Berdasarkan hitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, kondisi per Juni 2016, jumlah penduduk di Sumsel diangka 8,16 juta jiwa.

Hal ini diungkapkan, Kepala BPS Sumsel, Yos Rudiansyah didampingi Kabid Statistik Sosial, Silitonga, ditemui dikantornya, Jumat (12/8/2016). “Proyeksinya, kondisi per Juni 2016 diangka 8,16 juta jiwa,”jelas dia.

BPS sendiri, mempunyai proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk hingga 2035 mendatang, dengan kisaran kenaikan per tahun. Angka pertengahan 2016 tersebut, mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir 2015 lalu.

Menurutnya, posisi di 2015 lalu, jumlah penduduk di Sumsel sebanyak 8,05 juta jiwa dengan pertumbuhan rata-rata penambahan penduduk sebesar 1,85 persen setiap tahunnya. Perhitungan rata-rata tersebut mengacu kepada hasil sensus 2010 lalu.

Banyak yang membuat pertumbuhan penduduk, seperti, kata dia, jumlah kematian, ada juga pengaruh dari jumlah kematian serta adanya perpindahan penduduk atau migrasi, baik dari dalam ke luar Sumsel atau sebaliknya.

Khusus migrasi, diakuinya, ada migrasi yang positif dan ada juga migrasi yang negatif. Kalau yang positif, artinya pembangunan daerah tersebut bagus, sehingga banyak mengundang masyarakat luar untuk tinggal di daerah tersebut.

Sejumlah pembangunan infrastruktur jelang Asian Games dan perkembangan kota Palembang, yang sering menjadi tuan rumah pesta olahraga kelas nasional dan internasional, diduga turut menjadi andil dalam sumbangan migrasi tersebut.

Hingga 2020 mendatang yang diprediksi menembus hingga 8,567,923 juta jiwa. Berdasar prediksi BPS Sumsel, jumlah penduduk di Sumsel pada 2016 mencapai 8,160.901 jiwa. Lalu, 2017 8.266.983 jiwa, pada 2018 8.370.320 jiwa, 2019 mencapai 8.470.683 jiwa.

Paling tinggi tentunya pertumbuhan penduduk di Kota Palembang pada 2020 mencapai 1,681,374 juta. Kemudian, Musi Banyuasin 863.510 jiwa dan Ogan Komering Ilir mencapai 839, 625 jiwa. Faktor yang paling besar adalah kelahiran dan migrasi.

Untuk angka kematian tidak akan berpengaruh besar. Karena, kualitas hidup akan terus ditingkatkan melalui program kesehatan dan pendidkan. Oleh karena itu, pertumbuhan jumlah penduduk ini harus dikendalikan. Apalagi, jika angka kelahiran di Sumsel masih diatas rata-rata nasional yakni 2,8 persen.

Kepala Kanwil BKKBN Sumsel Drs Waspi,  menargetkan menekan angka jumlah anak dalam sebuah keluarga. Sebab sambung dia, angka Total Fertility Rate (TFR) di Sumsel, sudah mencapai 2,8 persen. Padahal idealnya 2 persen, atau cukup dua anak saja.

Berdasarkan data yang ada, jumlah peserta KB atau Contraceptive Prevalence Rate (CPR) sudah cukup tinggi, mencapai 66 persen. Namun TFR masih di atas rata-rata nasional, mencapai 2,8 persen. Untuk mewujudkan itu, pihaknya akan merangkul seluruh mitra.

Program yang dilakukan meningkatkan usia kawin pertama, pelayanan KB sasarannya adalah push 4, pembinaan dan penampingan terhadap ibu hamil.  Untuk pasangan yang sudah punya anak dua akan dianjurkan untuk KB. “Masih banyak pasangan yang mempunyai 3 anak, ini kita akan sosialisasikan ke pasangan muda,”ujar dia. (dav)

LEAVE A REPLY