Pemimpin Harus Bisa Sejahterakan Bawahannya

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG, RP – Sebagai pemimpin yang memiliki banyak pekerja dan mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang baik sebetulnya tidak mudah. Sebab, pimpinan role model di lingkungan kerjanya.

Sikap dalam memimpin mempengaruhi bagaimana pandangan anak buah terhadap pemimpinnya. Dan itu pasti mempengaruhi kinerja serta hasil yang akan diraih.

Ada beberapa hal yang harus dipahami dan dimiliki seorang pemimpin, agar dicintai bawahannya, tanpa menghilangkan sisi profesionalitas pekerjaan yang dijalankan.

“Pemimpin tidak hanya memberikan tugas pada anak buahnya, tetapi juga belajar bagaimana mendengarkan mereka. Kita akhirnya jadi tahu masalah apa yang dihadapi mereka dalam mengerjakan pekerjaan di kantor, dilapangan bahkan dikebun sekalipun,” kata Calon Walikota Palembang H Mularis Djahri SH, Selasa (25/7).

“Berdasarkan pengalaman memimpin PT Campang Tiga Group yang bergerak dibidang perkebunan, kontarktor, SPBU dan lain sebagainya, pemimpin sebaiknya belajar memposisikan diri tidak hanya sebagai atasan saja, tetapi juga sebagai teman mereka. Lagipula siapa yang suka dengan pemimpin otoriter. Bawahan atau pekerja akan lebih mencintai pemimpin yang mau turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Saat turun kelapangan, pemimpin sebaiknya mencari tahu, persoalan apa yang dihadapi bawahannya dan mencarikan solusi terbaik permasalahan tersebut. “Itu baru pemimpin yang profesional, tidak hanya menerima laporan dari bawahannya. Tetapi melihat langsung realita dilapangan,” lanjutnya.

Selain itu, setiap pekerjaan yang hasilnya baik, sesuai target yang ingin dicapai, maka ada peran bawahan dalam pencapaian tersebut. Jadikan keberhasilan itu milik pekerja atau bawahan bukan pimpinan.

“Bila perlu ucapan terima kasih. Itu sangat berarti untuk pegawai. Dan itu menandakan kalau pimpinan sangat mengapresiasi pekerjaan mereka dengan harapan bawahan akan tergerak untuk melakukan hal yang lebih optimal lagi,” tukasnya.

Kalau berposisi sebagai pimpinan, tentunya apapun yang dilakukan berkemungkinan besar akan ditiru oleh pegawaimu, dan mempengaruhi atmosfer kerja. Cobalah berperilaku sebaik panutan terhadap mereka.

“Sering datang telat ke kantor, jangan marah apabila banyak anak buah melakukan hal yang sama. Selain itu pemimpin yang baik, harus bisa bersikap netral dan bijaksana. Jika ada isu beredar di kantor, jangan terpancing sampai menemukan jawaban yang sebenarnya,” tegasnya.

Paling utama pemimpin harus mampu mensejahterahkan anak buahnya tanpa pandang bulu. “Maju tidaknya suatu usaha tergantung kesejahteraan bawahan, maju tidak suatu daerah tergantung masyarakatnya. Jika bawahannya puas atau masyarakatnya puas akan kinerja pemimpinnya maka layak disebut pemimpin,” pungkasnya.(sep)

No Responses

Tinggalkan Balasan