Pegadaian Gelar Sesi Akhir The Gade Talk

0
556

RADAR PALEMBANG – PT Pegadaian (Persero) Area Palembang Sumsel – Babel menggelar sesi pamungkas The Gade Talk dengan mengusung tema EnterpreuGold With The Disability dengan menghadirkan peserta dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF)  Budi Perkasa Palembang dan UMKM se-kota Palembang bertempat di The Gade Coffee & Gold, Sabtu (23/11).

Vice President PT Pegadaian (Persero) Area Palembang Sumsel – Babel, HM. Aris Suroso mengatakan, ini adalah sesi ke-sepuluh The Gade Talk yang juga merupakan akhir dari kegiatan The Gade Talk di tahun 2019. The Gade Talk sendiri merupakan  perpaduan bisnis makanan dan minuman, dengan bundling bisnis pembiayaan emas Pegadaian.

“Pegadaian tidak boleh jual makanan atau minuman, makanya kita punya yang namanya anak perusahaan, salah satu nya adalah The Gade Coffee & Gold yang merupakan satu dari  34 outlet The Gade se-Indonesia,” jelasnya.

The Gade Coffe & Gold juga bertujuan sebagai tempat untuk memperkenalkan produk-produk Pegadaian, baik produk pembiayaan, investasi emas, transaksi-transaksi, dan lainnya. “Makanya kita namakan The Gade Coffee & Gold, di samping melakukan transaksi di unit pelayanan cabang yang terletak di lantai satu, nasabah bisa juga sambil ngopi di lantai dua,” terangnya.

Perlu diketahui, lanjut Aris, Pegadaian merupakan BUMN di urutan ke-7 dari 10 besar penyumbang deviden dan pajak terbesar  se-Indonesia pada tahun 2018.

Dalam perkembangannya, produk Pegadaian bukan hanya tempat meminjam saja, ada tiga lini bisnis Pegadaian yaitu bisnis pembiayaan,  investasi emas, dan jasa keuangan yang lainnya.

“Kalau dulu orang datang ke Pegadaian hanya untuk menggadai, ada yang gadai emas, kain, sepeda motor, barang elektronik, dan lainnya.  Seiring waktu, Pegadaian yang selama ini berbasis gadai mulai mengutamakan yang berbasis fidusia.

“Jadi kalau sekarang gadai motor dan mobil cukup bukti kepemilikannya saja seperti BPKB yang dijaminkan ke Pegadaian, kendaraannya silahkan dipakai untuk usaha misalnya motor untuk ojek, mobil untuk angkutan,” ucapnya.

Ditambahkan Aris, Pegadaian senantiasa menganjurkan tidak hanya menabung dalam bentuk uang, kalau dulu kebanyakan yang sudah mapan terutama bapak-bapak yang ada di desa lebih memilih menabung dalam bentuk tanah.

“Kami memberikan alternatif menabung kepada masyarakat yang lebih menguntungkan dalam bentuk cicilan emas, lambat laun menabung dalam bentuk cicilan emas ini kita perbaiki karena terdapat beberapa kekurangan,seperti cicilannya tetap dan kalau sudah diambil bingung mau diletakkan dimana. Akhirnya muncul tabungan emas yang lebih simpel, dimana masyarakat bisa menabung tanpa ada batasan waktu dan jumlah, menabung mulai dari nominal Rp7.000,” terangnya.

Dalam sesi The Gade Talk edisi akhir, Pegadaian juga menghadirkan CEO Ruangide.com, Awan Albana dan Aan Ariadin, CEO Manaberita.com untuk sharing ilmu dengan para peserta. (hen)

LEAVE A REPLY