Papua Juara Pertiwi Cup 2017

 

RADAR PALEMBANG – Perhelatan akbar Asian Games 2018 akan segera digelar. Menuju pagelaran tersebut, berbagai pertandingan olahraga terus berlangsung. Sepak bola merupakan salah satunya. Olahraga yang dinanti-nanti sejuta umat ini, belakangan terakhir mulai melakukan pembinaan terhadap pemain wanita.

Pertiwi Cup 2017 atau Women Football kali ini, masih dimenangkan juara bertahan Papua. Berlangsung di Stadion Bumi Sriwijaya melawan Kalimantan Barat, Papua berhasil mengalahkannya dengan skor 2-1. Meski beberapa pemain sempat cidera, Papua terus bangkit tak patah semangat hingga detik terakhir.

Menurut pelatih mereka Samuel Weya, kemenangan tersebut belum berarti apa-apa. Pemain harus terus berlatih agar nanti di ajang selanjutnya akan menghasilkan performa yang lebih baik.

“Puji syukur kepada Tuhan kali ini kemenangan sudah diraih yang ketiga kali sejak 2010 lalu, sebenarnya tim papua yang bertanding hari ini telah melalui berbagai seleksi pemain. Nanti pemain timnas asal papua akan mendominasi kurang lebih sebanyak 60 persen.”jelasnya.

Sementara itu, pemain yang mengalami cidera sejumlah tiga orang. Namun kondisi mereka telah cukup membaik. Cidera tersebut diakibatkan pertandingan sebelumnya melawan Bangka belitung. Diuraikan tim medis Papua, Dr. Agustina Vonny jika pemain mereka masih dalam keadaan stabil.

“Keadaan mereka ngggak parah kok cidera yang dialami oleh ketiga orang pemain terletak akibat salah tumpu. Soalnya pas putar badan dipertandingan mereka terjatuh. Sekarang sih mereka sudldah difisioterapi. Tapi mestinya harus 7 kali, nantilah disana dilanjutkan”katanya.

Masih kata Vonny panggilan akrabnya, cidera terletak pada mediskus, salah satu pemain sebelumnya cidera pasca operasi 3 tahun lalu. Leni Laila Gombo, Novia Jigibalomi dan Gerda Warkis ialah nama ketiga pemain yang cidera.

Meski memiliki pemain yang cidera, Papua juga berhasi meraih gelar Best Player. Diraih oleh pemain no 10, Yudith Herlina Sada. Menurutnya setelah Pertiwi Cup tahun ini berakhir, Ia mengharapkan adanya pembinaan kembali terhadap atlit wanita lain.

“Yang utama pasti saya ucapkan syukur, kemudian terimakasih terhadap tuhan dan tim-tim terbaik, tanpa teman setim kayak mereka, saya juga belum tentu sampai saat ini. Kedepannya saya berharap bola kaki wanita lebih mendapat pembinaan, tidak hanya di Kabupaten Tolokara.”pungkasnya (rd1)

No Responses

Tinggalkan Balasan