Minyak Oplosan Marak di Banyuasin

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG  – Dalam kurun setahun terakhir diwilayah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan sering terjadi kelangkaan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) baik jenis Solar, Premium maupun minyak tanah. Sekalian pun ada sangat terbatas stoknya dan sering terlihat terjadi kekosongan di setiap stadion pengisian bahan bakar umum (SPBU) disepanjang ruas Jalintimsum palembang-Jambi.

Dampak dari seringnya terjadi kelangkaan BBM, maka diwilayah Kabupaten Banyuasin kini menjadi marak peredaran berbagai jenis BBM oplosan, terang Supri salah satu dari sopir truk jenis fuso.

Dia mengaku tepaksa membeli BBM eceran dipinggir Jalintinsum palembang-Jambi, karena saat memasuki wilayah Kabupaten Banyuasin terjadi kekosongan BBM jenis solar, sehingga membeli eceran untuk mencapai rumahnya.

Supri menambahkan, awalnya saat mengisi BBM eceran itu menaruh curiga, karena bau aromanya berbeda dengan yang di SPBU dan sangat menyengat baunya serta harga eceranns sama dengan harga di SPBU.

Kecurigaannya kian meyakinkan setelah tiba di kediaman juragannya wilayah Banyuasin III terlihat mesin kendaraanya sangat panas dan bau asap kenalpotnya sangat menyengat.

Curiga dengan BBM jenis solar yang dibelinya dari penjual eceran dipinggir ruas Jalintimsum Banyuasin, juragan meminta Supri untuk diambil BBM dari tankinya sebagai sampel untuk ditanyakan disalah satu SPBU di Banyuasin dan dinyatakan bahwa BBM tersebut ternyata BBM jenis solar oplosan, terang Ishak sembari menunjukkan sample BBM jenis solar yang dibeli dari pedagang eceran.

“Takut mesin mesin kendaraan miliknya cepat rusak, maka BBM jenis solar oplosan yang dibeli dari pedagang eceran untuk dikuras dari tankinya untuk diganti yang dibeli dari SPBU,” imbuhnya.

Hanya saja yang disayangkan baik Supri sebagai pengemudi dan Ishak juragannya saat diminta untuk memberitahu ditempat membeli BBM jenis solar oplosan dari pedagang eceran, keduanya enggan berkomentar.

Informasi yang dihimpun, asal usul berbagai jenis BBM oplosan yang kini marak beredar diwilayah Kabupaten Banyuasin bahwa asal minyak dari sumur-sumur warga dibeli dan diolah secara tradisional, sehingga menjadi BBM jenis solar, bensin dan minyak tanah.

BBM tersebut lalu dijual oleh pemasak minyak ke agen pemasaran, kemudian agen diduga melakukan praktek oplosan dengan cara menimbun bahan bakar minyak (BBM) jenis solar murni yang dibeli dari SPBU, lalu dioplos dengan solar dan yang premium pun demikian.

Padahal BBM jenis solar dan bensin hasil pengolahan warga yang tidak bisa dijamin kemurniannya itu, dijual bebas kepada para pedagang eceran dipinggir–pinggir jalan lintas timur Sumatera termasuk diwilayah Kabupaten Banyuasin,”ucap Santo (45) juga warga Banyuasin III saat berbincang dengan wartawan media ini di SPBU Pangkalan Balai seraya mengatakan heran.

Anehnya, pelaku bisnis BBM oplosan sudah marak dan berpotensi merugikan masyarakat luas, bahkan dilakukan secara terang-terangan, sejauh ini belum ada upaya dari pemerintah melalui Disperindag, Sat Pol PP dan Bagian Ekonomi Pemkab Banyuasin untuk merazia adanya peredaran BBM oplosan itu.

Ironisnya lagi Penertiban masalah peredaran BBM Oplosan itu hanya dilakukan pihak kepolisian sebatas pengecer, namun untuk yang berskala besar seperti minyak hasil penambangan rakyat yang diangkut oleh mobil truck, tanki dan fuso bahkan tempat penambangannya pun tidak tersentuh.(Tri)

No Responses

Tinggalkan Balasan