Mengejutkan, Golkar Dukung Mularis Djahri

 

 

RADAR PALEMBANG – Sinyal dukungan partai Golkar kepada incumbent Harnojoyo Selama ini semakin kuat, namun dalam waktu yang singkat dukungan partai Golkar berubah secara dramatis.

Golkar justru mendukung Ketua DPD Hanura Sumsel Mularis Djahri untuk bertarung pada Pilkada Palembang yang akan berlangsung tahun depan, dengan dukungan Golkar Mularis membutuhkan satu kursi lagi untuk memenuhi syarat pencalonan.

 

Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid kepada Radar Palembang membenarkan bahwa dukungan berubah dengan berbagai pertimbangan, diantaranya karena selama ini Golkar dan Hanura sudah berkoalisi di tingkat nasional.

“Yang kedua kami juga akan berkoalisi di Pilgub Sumsel, dan yang ketiga Demokrat tidak akan mendukung calon Gubernur dari Golkar, karena Demokrat memiliki calon tersendiri di Pilgub Sumsel,”kata Nurdin, kemarin (16/11).

Menurut Nurdin, dalam waktu dekat surat keputusan (SK) DPP untuk calon Walikota Palembang segera keluar, saat ini DPP sedang memproses SK tersebut, dengan keputusan ini dirinya meminta kepada Golkar untuk mematuhi keputusan yang telah diambil.”SK segera keluar, dalam waktu dekat akan segera diserahkan,”ujar dia.

Sekretaris DPD I Golkar Sumsel, Herpanto mengatakan informasi berubahnya dukungan Golkar untuk Harnojoyo seperti yang santer diberitakan belakangan ini masih simpang siur.”Kabar itu masih simpang siur,”kata Herpanto.

Pihaknya belum menerima Surat Keputusan (SK) dari DPP jika adanya perubahan dukungan kepada Mularis Djahri. Diakui Herpanto, sebelumnya partai Golkar memutuskan akan mendukung Harnojoyo pada pilkada kota Palembang 2018 mendatang. Ia mengklaim SK dukungan untuk Harnojoyo telah berada di DPD. “Kalau ada perubahan, kami belum terima SK untuk Mularis dari DPP. Tapi kalau SK Harno memang sudah ada,”ungkapnya.

Dijelaskan anggota DPRD Sumsel ini, sebagai kader Golkar pihaknya akan mematuhi apapun yang diputuskan DPP terkait dukungan di Pilkada Palembang 2018 mendatang. “Intinya sebagai kader harus patuh pada putusan DPP. Siapapun yang akan diusung partai Golkar nantinya,”ungkap dia.

Ketua Tim Pemenangan Harnojoyo–Fitrianti Agustinda, Suparman Romans pun membenarkan isu yang beredar yang mengatakan SK dukungan Golkar yang sebelumnya untuk Harnojoyo, kini berubah ke Mularis Djahri. “Saya sudah baca di media. Kita belum menyikapi. Namanya politik bergerak dinamis. Kalau kepastian dukungan resmi itu kemana itu nanti pada saat form B1KWK yang diserahkan partai pengusung ke KPU untuk mendaftarkan calon,”kata Suparman.

Ketika ditanya apakah pihaknya akan berupaya untuk melakukan pendekatan ke DPP partai berlambang pohon beringin, mengaku tetap berjuang dan melakukan komunikasi politik. “Sama-sama berjuang. Paling tidak kita menjaga jalinan politik. Kita tetap menghormati independensi otoritas (wewenang) partai kemana akan memberikan dukungan,”ujar dia. Pengamat Politik Universitas Sriwijaya, Bagindo Togar mengatakan, bisa saja dukungan parpol kepada kandidat berubah sebelum Pendaftaran di KPU , karena seiring proses dan dinamika politik di Palembang berubah. “Kenapa dukungan berubah karena ada kepentingan, hal ini untuk membangun koalisi antara provinsi dan kota sejalan,”kata Bagindo.

Dengan keputusan ini, maka akan memberikan kesempatan bagi kader Golkar untuk ikut bertarung menjadi calon Walikota Palembang, karena Golkar ada partai besar sehingga sulit bagi Golkar hanya memberikan dukungan saja tanpa ikut serta untuk mencalonkan kadernya sendiri. “Ini akan memberikan kesempatan kepada Ketua DPD Golkar Palembang, selama ini timses Harno selama mengumbar memborong partai,”jelasnya.

Mularis sendiri belum menentukan sikap akan berpasangan dengan siapa, terakhir Mularis mengisyaratakan mengandeng ketua DPRD Palembang yang juga kader PDIP H Darmawan, jika Mularis mendapatkan dukungan dari Golkar maka hanya membutuhkan 1 kursi lagi, sedangkan Sarimuda-Rozak butuh dua kursi lagi, sedangkan Harnojoyo telah mendapatkan dukungan dari PAN 3 kursi dan PKB 5 kursi.(zar)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan