MD Siapkan Ruang Bagi UMKM

 

 

RADAR PALEMBANG – Calon Wali Kota Palembang Mularis Djahri mengatakan ciri penting konsep Kota Cerdas dan Sejahtera yang akan digunakan dalam menata Kota Palembang ke depan adalah partisipasi aktif, kreatif dan demokratis dari warganya, dalam meraih kesejahteraan dengan mendayagunakan segala potensi sumbur daya manusia, modal dan jenis usaha yang dilakukan oleh seluruh warga Kota Palemang.

Pengusaha Sukses Kota Palembang ini, berharap warga Kota Palembang jangan menyia-nyiakan kesempatan emas ikut andil dalam pembangunan ekonomi Kota Palembang, dengan menggerakkan kekuatan industri tumah tangga yang bisa menghasilkan produk bermutu untuk dijual baik di dalam maupun di luar negeri.

“Dengan kemajuan tekhnologi informasi, kita bisa mengenalkan produk Kota Palembang ke belahan bumi lainnya. Syaratnya, produk rumahan dari Kota Palembang harus layak jual,” kata Mularis.

Ketua DPD Hanura ini menerangkan industri rumah tangga adalah industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang, memiliki modal yang sangat terbatas dan tenaga kerja berasal dari anggota keluarga serta pemilik usaha.

Keterbatasan industri rumah tangga bukan sebuah kendala, kata Mularis, karena pemerintahan kota akan menjadi mitra strategis, sebagai keniscayaan dari konsep kota cerdas dan sejahtera yang Mularis canangkan dalam menata Kota Palembang jika dirinya terpilih di Pilwako Kota Palembang 2018.

Mularis Djahri akan menyediakan ruang lebar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berupa industri rumah tangga di Kota Palembang dalam hal; (1) pelatihan kemampuan usaha, (2) permodalan dengan bunga terjangkau, (3) penyediaan infrastruktur industri rumah tangga, (3) proteksi hak paten produk industri rumah tangga dan (4) promosi produk rumah tangga hingga bisa dikenal oleh konsumen, baik dalam maupun luar negeri.

Untuk produk industri rumah tangga yang selama ini sudah jalan, seperti Kain Songket yang sudah dikenal oleh para pelancong ke Kota Palembang, Mulari Djahri mencanangkan peningkatan mutu dan kepastian distribusi jual ke manca negara.

“Kain Songket sudah sangat terkenal di manca negara, tapi kita belum secara serius menjadikannya sebagai barang dagangan yang bernilai tinggi. Begitu juga kita akan menggenjot industri rumah tangga lainnya, seperti Empe-empe dan Kemplang (baca: krupuk khas Kota Polembang), agar diproduksi lebih banyak dan bervariasi,” pesan Mularis.

“Kota Palembang itu punya potensi industri rumah tangga yang sudah lahir ratusan tahun, tinggal mengenalkan sekaligus menjamin jalur distribusi yang merata.  Saya yakin produk industri rumah tangga menjadi modal penting menuju Kota Palembang yang cerdas, modern dan sejahtera, ” pungkas Mularis Djahri.(sep/rel)

No Responses

Tinggalkan Balasan