Krematorium Yayasan Karuna Ganesha Bangun Oven Ketiga

0
364
Peletakan batu pertama pembangunan oven 3 Krematorium Yayasan Karuna Ganesha

RADAR PALEMBANG – Krematorium Yayasan Karuna Ganesha yang terletak di jalan Pangkalan Benteng Banyuasin kini tengah membangun oven yang ketiga. Peletakan batu pertamanya telah digelar Senin (19/4/2021).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Yayasan Karuna Ganesha, Beby Sai Baba saat dibincangi, kemarin.

Menurut Beby, oven pertama menggunakan solar telah dibangun tahun 2015 oven kedua  menggunakan elpiji awal Januari lalu sudah digunakan.

“Oven yang ketiga ini nanti dari kayu dan diharapkan pembangunnnya 2 bulan kedepan selesai. Nanti jika sudah dibangun masyarakat yang menggunakan tinggal memilih mau oven yang mana,”katanya.

Beby juga mengucapkan, terimakasih atas support dan dukungan teman-teman yang begitu tulus dalam membantu membangun krematorium yang dipergunakan untuk warga tak mampu ini. “Iya terimakasih atas supportnya,”katanya

Beby juga menceritakan , kalau krematorium ini digratiskan penggunaannya bagi warga yang tak mampu.. Selain itu, bagi keluarga duka cukup menghubungi pengurus atau dirinya di nomer kontak 0811787752, maka akan langsung dijemput. ” Kita tidak akan menerapkan biaya apapun bagi keluarga duka” katanya.

Dijelaskannya, krematorium ini tidak hanya diperuntukkan bagi salah satu golongan, ras, agama tapi juga berlaku bagi semuanya yang ingin di kremasi. ” Walaupun banyak umat Buddha, tapi tidak dikhususkan. Bahkan kalau ada dari agama lain yang ingin dikremasi, pihaknya siap melayani. Kita terbuka bagi semua kalangan,” ulasnya.

Dijelaskannya, sebelum melakukan kremasi, terlebih dahulu dilakukan ritual sembahyang dan doa. Setelah itu, jenazah yang akan dikremasi, dimasukkan ke dalam peti dan ditaburi bunga serta wewangian. Sesudahnya, peti mati tadi dinaikkan ke atas kereta dorong menuju ke lokasi kremasi. ” Proses kremasi hanya butuh waktu dua jam hingga jadi abu. Bahkan keluarga jenazah bisa melihat secara langsung dari jendela yang terbuka. Dengan begitu, kita benar- benar kremasi,” terangnya.

Selama ini untuk biaya krematorium, diakuinya berasal dari donator. Baik yang dilakukan secara personal dan berkelompok, sehingga bantuan tadi digunakan untuk membeli dan memenuhi kebutuhan untuk prosesi kremasi. ”Kita bersyukur masih banyak yaang memilkki kepedulian untuk membantu,” tegasnya. (sep)

 

LEAVE A REPLY