Kesalahan Bakat Atlet Mendominasi

 

 

RADAR PALEMBANG – Setiap kota ataupun kabupaten dalam setiap provinsi dapat menghasilkan ratusan bahkan ribuan atlet. Namun sayangnya, persembahan prestasi tak semua mendapatkan medali. Hal demikian sering terjadi sebab pembinaan atlet tak sepenuhnya ditunjang data.

Di ungkapkan langsung Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel (15/12), Akhmad Yusuf Wibowo dalam pembukaan Workhshop dan Seminar Nasional Penelitian dan Pengembangan di Hotel Swarna Dwipa Palembang, bahwa memang atlet Indonesia yang mendominasi, bisa dikatakan salah bakat, sehingga tidak cukup dapat berkembang.

“Ada 90 persen atlet salah bakat, jadi dia tidak bisa berkembang dan mempersembahkan prestasi, oleh karena itulah, penelitian dibutuhkan untuk dapat menemukan bakat atlet baru. Serta semestinya dalam pengembangan kualitas atlet pun dibutuhkan data-data” ujarnya.

Masih kata Yusuf, Sumsel saat ini terus bersiap menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Saat ini sudah masuk level kelima, di mana Sumsel terus menggelar tes event. Jika atlet terus dilatih tapi tanpa tunjangan data maka perkembangan atlet akan terhambat. Pada akhirnya, atlet tidak dapat berprestasi.

“Sudah enam cabor telah digelar tes event di Sumsel, terakhir sepakbola wanita di Stadion Bumi Sriwijaya, dimana event tersebut merupakan event terakhir pertiwi cup sebelum menuju asian games nanti, dengang pertiwi cup berjalan ini bertujuan untuk membina sepak bola wanita.”tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan KONI Pusat Romanus Ndau Lendong dalam seminarnya, menekankan jika dalam mencetak atlet tak sekadar memberikan latihan saja.

Seorang pelatih dan pengurus KONI harus punya data-data pribadi dan perkembangan atlet itu. Termasuk kelemahan dari sang atlet pun harus dikantungi untuk dapat meningkatka performa sang atlet.

“Barulah atlet itu bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama daerahnya, bila ditingkat nasional, misalnya atlet Timnas tentu penelitian, pengembangan dan data-data yang dibutuhkan dari atlet sudah dipenuhi” jelasnya.

Namun nyatanya, pada level yang lebih rendah, hal seperti ini kerap kali diabaikan. Padahal seharusnya, penyedian datang mesti secara valid dan itu harus dimulai dari level yang terendah sekalipun. (Fen)

No Responses

Tinggalkan Balasan