Kami Siap Menjadi Solusi

 

RADAR PALEMBANG,  SOSOK Antonius merupakan sosok pria yang tampil sangat ramah. Meski setiap hari sibuk bekerja sebagai pimpinan cabang salah satu bank terbesar di Tiongkok. Namun kesehariannya sangat supel dan mudah bergaul.
Menjabat Branch Manager PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk cabang Palembang sejak tahun lalu, Anton memiliki pemikiran yang simpel tentang bisnis banking. “Produk bank itu hampir sama, hanya yang membedakan layanan dan rate,” jelasnya.
Untuk meningkatkan penetrasi kinerja CCBI, Anton memiliki setrategi khusus, terutama disektor pembiayaan. Meski bank ini memiliki modal inti yang cukup besar karena tergolong ke dalam Bank BUKU III, namun binis planing untuk pembiayaan adalah sekto UMKM.
Kok bisa, bank sebesar ini membidik bisnis kecil untuk mengucurkan dananya? Menurut Anton, kehadiran dari CCBI di Palembang bukan saja mengincar bisnis semata, namun dari sisi penetrasi sosial juga ingin memberikan kontribusi.
“Kami juga ingin memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan ekonomi di Sumsel, meski tidak mengesampingkan bisnis besar, namun kami juga ingin fokus mengembangkan usaha kecil,” jelas dia.
Banyak langkah yang akan dilakukan Anton dan CCBI untuk mendukung ekonomi Sumsel. Untuk kredit, selain sektor UMKM, sektor konstruksi yang saat ini semakin gencar di Sumsel juga siap untuk ambil bagian.
“Banyak proyek konstruksi di Sumsel, jika memang membutuhkan pendanaan kami siap untuk membantu. Kami sudah siapkan dana Rp500 miliar untuk menggarap proyek di Sumsel terutama tol trans sumatera,” jelas dia.
PT China Constrastion Bank Indonesia yang dulunya dikenal dengan Bank Windu mulai eksis menggarap bisnis banking di Palembang. Dari sisi pembiayaan CCBI fokus mengembangkan bisnis di sektor ritel.
Antonius mengungkapkan, Palembang merupakan kota yang sangat menarik untuk mengembangkan bianis banking. Menurutnya, kota ini sudah sangat maju pesat, makanya tidak salah jika CCBI yang merupakan salah satu dari tiga Bank terbesar di Cina tertarik untuk menggarap bisnis di sini.
“Setelah melakukan right issue, dan mendapatkan mayoritas saham Bank Windu maka sejak November tahun lalu CCBI resmi beroperasi di Indonesia. Kami sudah memiliki jaringan 125 cabang di seluruh Indonesia,” jelas Antonius.
Menurutnya, sebelum diambil alih oleh CCBI yang awalnya masih Bank Windu bank ini masih masuk ke dalam ketegori bank BUKU II namun ketika CCB masuk dan berganti nama menjadi CCBI bank ini naik kelas menjadi Bank BUKU III karena ada tambahan modal yang cukup signifikan melalui proses right issue.
Dari sisi produk bank ini sangat cocok untu kalangan pelaku usaha kecil hingga pengusaha besar yang memiliki basisi bisnis sampai keluar negeri. Dengan dukungan jaringan yang sudah ada hampir disemua negara besar tentu CCBI bisa menjadi mitra pelaku eksporir maupun importir. (iam)

No Responses

Tinggalkan Balasan