Imlek Tanpa Jeruk Ponkam

 

RADAR PALEMBANG,RP –Tahun ini perayaan Imlek tidak akan sama seperti tahun-tahun lalu. Pasalnya, jika biasanya ada kehadiran jeruk Ponkam (jeruk Mandarin) mewarnai Imlek di tiap rumah, tahun ini jeruk tersebut tidak akan dijumpaI. Secara nasional pemerintah membatasi izin impor jeruk Ponkam masuk Indonesia. Namun, ada penggantinya, yakni jeruk asal Pakistan bernama jeruk Kinnow.

Sejak dikabarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tak mengeluarkan izin impor jeruk mandarin menjelang Hari Raya Imlek 2018, jeruk Nandarin yang identik dengan Imlek ini sepi di pasaran.

Bahkan berdasarkan pantauan koran ini, belum lama ini di beberapa pusat perbelanjaan, tidak begitu banyak jeruk mandarin yang beredar. Kalaupun ada stoknya tidak banyak. Diungkapkan MOD Hypermart PSx Mall Munandar, sejak beberapa minggu lewat memang stok jeruk mandarin asal Cina yakni Jeruk Ponkam tidak bisa masuk karena tidak dikeluarkan izin impor oleh Kemendag.

“Saat ini produk Jeruk Mandarin yang kami jual memang stok jeruk Mandarin asal Cina yakni Jeruk Ponkam. Tetapi tidak banyak lagi karena ini sisa stok lama yakni sisa dua bulan lalu sebelum di stopnya izin impornya,” ujar Munandar.

Tetapi diakui Munandar, pihaknya sudah mengorder jeruk Mandarin yang impor dari Pakistan, jeruk Kinnow namanya. Namun stoknya belum sampai Palembang kemungkinan 3 – 5 hari ke depan baru masuk.

Sebenarnya konsumen lebih suka jeruk mandarin impot dari Pakistan ketimbang dari Cina. Perbedaanya dari segi harga, Jeruk Kinnow lebih murah dan rasanya manis
Sedangkan Jeruk Ponkam rasanya asam dan harga sedikit lebih mahal. Dan kalau dilihat dari bentuk Jeruk Kinnow lebih besar dan tekstruk kulitnya halus. Sedangkan Jeruk Ponkam agak lebih kecil dan kulinya tidak halus. “Biasanya Jeruk Ponkam ini di beli untuk kebutuhan sembahyang saat imlek,” ujarnya lagi.

Sementara itu, ungkapan yang sama juga diutarakan Sales Manager Produk Fresh Carrefour, Ira, sudah sejak beberapa minggu terakhir, stok dari importir kosong. “Dan saat ini kita tidak ada sama sekali stok jeruk mandarin impot Cina, tetapi untuk jeruk kinnow pakistan ada,” ujarnya.

Pemerintah tak Keluarkan Izin

Importir mengatakan langkanya jeruk mandarin jelang Imlek karena pemerintah tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) sejak Nopember 2017. Hal itu membuat buah tersebut tidak tersedia di pasar induk hingga supermarket.

“Anggota kami yang jumlahnya puluhan, sampai hari ini tidak ada satu pun yang menerima izin SPI untuk produk jeruk mandarin dari China,” ujar Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia, Khafid Sirotudin di Jakarta, Selasa (13/2).

Kata dia, izin impor jeruk mandarin masih tertahan di Kementerian Perdagangan. Sementara Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian sudah keluar awal tahun. “RIPH sudah keluar. Ini kan syarat urus SPI. RIPH dari deptan (Kementerian Pertanian) itu keluar, rekomendasi kita impor dari China, keluar bulan Januari. Tapi pengajuan kita ke SPI ke depdag (Kementerian Perdagangan) tidak dikeluarin,” ujarnya.

“Artinya sampai hari ini (kemarin, red) termasuk sekarang, yang keluar dari SPI, di anggota kami loh ya, nggak tahu kalau yang lain, itu tidak ada SPI jeruk mandarin dari China,” lanjutnya.

Dia mengusulkan ke pemerintah agar penghentian izin impor produk dari China digantikan dengan komoditas lain. Sementara jeruk mandarin tetap diizinkan. Apalagi jelang Imlek buah ini banyak dicari.

“Kalau kami boleh berharap daripada membuat implikasi negatif mending di sektor lain lah. Artinya kalau jeruk untuk kepentingan masyarakat Tionghoa di Indonesia, untuk rayakan Imlek. Ini pun sebenarnya kami nggak permasalahkan, cuma kalau masih bisa, dicari barang lain,” tambahnya. (iya)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan