Golkar Muara Enim Kian Membara

 

 

RADAR PALEMBANG- Kader dan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim tengah membara. Bukan cuma konflik yang kian membuncah, namun juga mengarah pada pengerahan massa. Tidak itu saja, kemarin bahkan warga Kota Muara Enim sempat dihebohkan dengan adanya kepulan asap di Kantor DPD. Warga mengira, kantor tersebut terbakar atau dibakar karena saat ini memang tengah terjadi gejolak.

Namun rupanya, asap kebakaran yang terjadi disebabkan adanya aksi yang dilakukan kader Partai Golkar dan massa AMPG (organisasi sayap Partai Golkar) yang menyatakan penolakan terhadap pencalonan bakal calon Bupati Muara Enim periode 2018-2023, DR Syamsul Bahri(mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan) dari partai beringin tersebut.

Para kader Golkar dan massa AMPG ini selain membakar ban juga melakukan penyegelan Kantor DPD Golkar Kabupaten Muara Enim dan mengancam akan mematikan mesin partai pada Pilkada Muara Enim tahun 2018 mendatang.

Aksi pembakaran ban di halaman Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim tersebut secara spontan dilakukan kader Golkar dan massa AMPG dikarenakan kebijakan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan, Ir Alex Noerdin yang merekomendasikan DR Syamsul Bahri ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk dicalonkan sebagai bakal calon Bupati Muara Enim periode 2018-2023. Selain melakukan orasi, para kader Golkar ini juga melakukan penyegelan Kantor DPD Golkar Kabupaten Muara Enim dan menonaktifkan kepengurusan sebagai bentuk protes.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim, Dani Effendi, SE didampingi Yefferson SSos dan pengurus partai Golkar Kabupaten Muara Enim mengatakan bahwa aksi yang dilakukan tersebut sebagai bentuk protes atas ketidakpatuhan tim Pilkada Provinsi Sumsel terhadap Juklak No 6 yang diterbitkan oleh DPP terkait pemilihan kepala daerah.

Sesuai dengan Juklak dimaksud, kata Dani, tim Pilkada daerah melakukan penjaringan di daerah dan merekomendasikan nama bakal calon Bupati dan calon Wakil Bupati Muara Enim ke Provinsi. Namun, rekomendasi nama-nama tersebut tidak dikeluarkan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel, dan justru disayangkan merekomendasikan salah satu bakal calon yang tidak mendaftar  pada saat penjaringan yakni DR Syamsul Bahri.

“Sebanyak 8 nama calon yang direkomendasi ke Provinsi tidak keluar. Bahkan Provinsi justru mengeluarkan nama lain untuk direkomendasi ke DPP. Kami pengurus Golkar mengancam akan mematikan mesin partai pada Pilkada Muara Enim 2018-2023 mendatang, karena nama yang direkomendasi oleh Alex Noerdin bukanlah nama yang dijaring oleh DPD Golkar Kabupaten Muara Enim,” ungkap Dani Effendi.

Bahkan, kata Dani, sebagai bentuk protes atas kebijakan itu, pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim akan melakukan penyegelan kantor dan tidak memperbolehkan kader Golkar untuk menempati kantor selama belum adanya jawaban dari Provinsi. “Kami juga menyiapkan aksi yang lebih besar lagi sebagai bentuk aksi protes ke Provinsi,” tukasnya.

Pengurus harian DPD Golkar Kabupaten Muara Enim, Solihin juga mengatakan bahwa aksi pembakaran ban dan penyegelan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim akan ditingkatkan lagi ke aksi massa ke Provinsi dengan mengerahkan seluruh pengurus kecamatan dan desa.

“Ini tidak menyurutkan langkah kami yang tergabung tim Pilkada DPD Partai Golkar Muara Enim untuk memperjuangkan 8 nama kandidat yang direkomendasikan ke provinsi dimana ada nama Hj Shinta Paramita Sari, SH, MHum, Abadi Darmo, H Nurul Aman, dan Aries HB untuk direkomendasi ke DPP. Walaupun final rekomendasi DPP itu tanggal 20 September 2017 nanti,” jelasnya.

Adi Sulistiawan, yang juga merupakan pengurus Golkar mengatakan tidak direkomendasinya DR Syamsul Bahri sebagai bakal calon Bupati Muara Enim periode 2018-2023 dari Partai Golkar dikarenakan menurut penilaian tim Pilkada DPD Golkar Kabupaten Muara Enim DR Syamsul Bahri dinilai tidak berkompeten sebagai bakal calon Bupati Muara Enim.

“Hal lainnya, yakni DR Syamsul Bahri tidak pernah berada di Kabupaten Muara Enim dan penyampaian visi dan misi bakal calon Bupati DR Syamsul Bahri yang dinilai kurang bagus untuk partai Golkar,” tukasnya. “Kami menolak calon yang tidak direkomendasi oleh DPD Golkar Kabupaten Muara Enim karena kami menilai bahwa Syamsul Bahri bukan putra daerah Muara Enim dan masih banyak putra daerah Muara Enim yang mampu,” jelas dia.

Sementara kader Golkar lainnya, Burtiham selaku dirinya kader Golkar menolak dengan tegas pencalonan DR Syamsul Bahri dari Golkar. “Karena Syamsul Bahri satu-satunya calon yang bukan Putra Daerah Muara Enim dan saat ini kondisinya sakit-sakitan. Saya menolah Syamsul Bahri untuk mencalonkan diri di Muara Enim,” tambahnya. (yan)

 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan