Gas Melon Nyaris Rp 40 Ribu

 

 

 

RADAR PALEMBANG, Jika pemerintah mengklaim kalau stok elpiji 3 Kg atau elpiji melon selama Idul Adha lalu banyak, tidak dirasakan warga di daerah. Harga elpiji yang masih jadi idola masyarakat menengah ke bawah itu, harganya Rp 38 ribu atau nyaris sentuh Rp 40 ribu perkilogram.

           Keberadaan gas LPG ukuran 3 kilogram di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kian hari kian langka. Akibatnya, harga semakin melambung. Terlebih di ibukota Kabupaten PALI yakni Pendopo Talang Ubi, harga gas melon ada yang mencapai Rp 38.000/tabung.

Keadaan seperti ini tentu sangat memberatkan masyarakat. Apalagi di tengah himpitan ekonomi yang sebagian besar warga PALI bergantung pada hasil tanaman karet, saat ini harga komoditi tersebut belum stabil.

Padahal, pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) getol melakukan pemantauan ke lapangan, namun kelangkaan gas tiga kilogram tetap saja semakin parah. “Hari ini (kemarin, red) kami sudah cari kemana-mana namun kosong. Terpaksa kami harus cari kayu bakar untuk memasak. Tadi dengar dari tetangga bahwa dia dapat gas seharga Rp 38.000/tabung. Itupun barangnya terbatas dan harus berebut dengan warga lain,” ungkap Indra, salah satu warga Talang Ubi, Minggu (3/9).

Indra berharap pihak terkait, khususnya pihak Pertamina harus cepat mengatasi masalah ini. “Kami minta Pertamina untuk menambah kuota gas melon di kabupaten PALI ke semua agen yang ada. Sebab, jangan hanya terpaku dengan kuota lama, karena semakin hari warga PALI semakin bertambah, otomatis kebutuhan gas juga meningkat,” pintanya.

Minimnya pasokan gas melon ini, diakui Burhan, pemilik pangkalan gas LPG yang ada di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi. Pangkalan LPG miliknya saat ini kekurangan pasokan gas tabung warna hijau itu.

“Pangkalan kami melayani enam desa. Sementara kami hanya dikasih jatah oleh agen 420 tabung dalam satu minggu. Jadi sangat jauh kurangnya untuk memenuhi kebutuhan warga di enam desa. Walau terbatas, namun kami masih jual gas kepada pengecer dengan harga yang dianjurkan pihak agen, yakni Rp 17.500/tabung. Kalau ada yang menyebutkan harganya sampai Rp 38.000/tabung, yang melakukan itu adalah pengecer,” ungkap Burhan.

Sebelumnya, Lihan Umar, kepala dinas perdagangan dan perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI menyebutkan, pihaknya tidak menemukan adanya penimbunan setelah pihaknya melakukan tinjauan di lapangan. “Langkanya gas melon dikarenakan telatnya pasokan LPG dari pihak agen,” katanya.

Lihan Umar mengaku telah menghubungi salahsatu pihak agen LPG yang ada di kota Pendopo untuk segera mengirim LPG ke desa tersebut. “Sudah kami hubungi pihak agen, namun mereka (agen, red) enggan mengirim gas melon kepada pangkalan LPG kalau tidak sesuai kuota. Sebab, masing-masing pangkalan sudah ada jatah. Nah, untuk mengatasi ini, kami sarankan kepada pemerintah desa untuk mengirim surat usulan penambahan kuota kepada Pertamina ditembuskan ke kami. Agar Pertamina bisa menambah pasokan gas melon ke wilayah yang kekurangan gas tersebut,” sarannya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Kamis (30/8), Area Manager Communication & Relations Pertamina Sumbagsel, M. Roby Hervindo, untuk pasokan elpiji 3 kg juga diberikan penambahan pasokan rata-rata hampir 6 persen untuk seluruh wilayah Sumbagsel.

Penambahan alokasi tersebut telah dilakukan sejak minggu ketiga bulan Agustus 2017 lalu. “Untuk seluruh wilayah Sumbagsel, Pertamina telah menambah pasokan antara 4 – 7 persen, tergantung lokasi masing-masing. Penambahan pasokan tertinggi yaitu 7 persen di wilayah Sumsel menyesuaikan dengan realisasi konsumsi,” jelas Roby.

Pertamina menjamin, pasokan elpiji di masyarakat selama periode lebaran Idul Adha 2017, dan tetap dilakukan monitor untuk memantau ketersediaan elpiji apabila sewaktu-waktu perlu ada penambahan pasokan lagi. Selain itu, Pertamina juga akan tetap mengoperasional Depot LPG di seluruh Sumbagsel pada hari Minggu untuk mengantisipasi lonjakan pasokan elpiji.

Pertamina Pastikan Elpiji 3 Kg Aman

Selain dari Pertamina area Sumbagsel, keyakinan pasokan elpiji 3 kg aman juga dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). KemenESDM memastikan pasokan Elpiji 3 kilogram (kg) dalam rangka pemenuhan Idul Adha 1438 H dalam kondisi aman.

Berdasarkan data Direktorat Minyak dan Gas Bumi Migas (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), stok LPG sebesar 276.704 MT dengan ketahanan stok mencapai 14 hari. Peningkatan kebutuhan LPG tiga kg menjelang hari Raya Idul Adha sudah diantisipasi, dengan menambah pasokan di beberapa daerah, seperti Surabaya, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), juga wilayah-wilayah lainnya,” ujar Dirjen Migas Ego Syahrial di Jakarta, Minggu (3/9).

Dia mengungkapkan, Pertamina telah menambah pasokan hingga 78% di atas kebutuhan normal, khususnya untuk wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. “Sementara pasokan Kalimantan Selatan telah ditambah empat% di atas kuota normal,” jelas Ego.

Lebih lanjut Ego memastikan, Hiswana dan Pertamina menjamin kecukupan pasokan LPG tiga kg untuk wilayah Sumatera Barat. Sementara untuk Wilayah Sumbagsel (Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung), Pertamina telah menambah pasokan hingga enam 6%. “Himbauan terus dilakukan agar LPG tiga kg ini adalah untuk masyarakat miskin dan usaha kecil,” katanya.

Sebelumnya, sehari sebelum Idul Adha, Kamis (31/8) Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menyebut, stok LPG cukup untuk 16,86 hari, melebihi ketentuan Permen ESDM No 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG, dimana ketahanan stok LPG minimal 11 Hari.

Selain LPG tiga kg, telah disediakan pula LPG non subsidi, baik LPG 12 Kg maupun Bright Gas, di seluruh agen dan SPBU strategis yang berpotensi mengalami peningkatan konsumsi. Pertamina mencatat kenaikan permintaan konsumsi LPG tiga kg maupun LPG non subsidi pada minggu terakhir bulan Agustus 2017 sebesar 24,500 MT per hari atau naik 6% dibanding rata-rata hari normal. (whr/mrt)

No Responses

Tinggalkan Balasan