Emas Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan

0
621

RADAR PALEMBANG – PT Pegadaian (Persero) Area Palembang Sumsel – Babel menggelar Seminar Investasi Emas yang bertempat di The Gade Coffee & Gold PS Mall Palembang, Rabu (23/10). Seminar yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat luas pentingnya mempunyai investasi jangka panjang, salah satunya investasi emas.

Vice President PT Pegadaian (Persero) Area Palembang Sumsel – Babel, HM. Aris Suroso
menyampaikan, emas merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat lebih dan menguntungkan. “Alat investasi yang lain itu banyak seperti tanah, rumah, mobil, dan lainnya. Tapi emas memberikan manfaat luar biasa walau kita tidak bekerja. Bukan menjamin, yang menjamin hanya Allah, tapi membantu kita pada saat dalam keadaan darurat,” paparnya.

Walau investasi seperti tanah, rumah, mobil, nilainya lebih besar, lanjut Aris, tapi pada saat genting, emas yang paling cepat diuangkan.

“Emas itu sangat dekat dengan kita, bahkan sejak zaman dahulu orangtua kita selalu dekat dengan tanah dan emas. Bapak pegang sertifikat tanah dan ibu pegang emas. Jadi bukan hal baru lagi emas bisa jadi pegangan sejak dulu,” ujarnya.

Selain stabil, kata Aris, keuntungan investasi emas lainnya adalah secara fisik nyata, emas juga bisa disimpan, dibawa, dan dijual kapan saja, serta emas juga bisa dipakai untuk investasi jangka panjang seperti pendidikan dan naik haji.

“Misalnya anak kita saat ini TK, enam tahun ke depan masuk ke SMP favorit dengan biaya Rp15 juta , dengan harga emas sekarang di angka Rp740 ribu maka kita perlu sekitar 25 hingga 30 gram emas untuk membiayainya. Cara investasinya melalui tabungan emas Pegadaian, mau nabung per hari Rp20 ribu, Rp50 ribu tidak masalah, apabila waktunya terlalu lama bisa melalui cicilan tetap per bulan dengan jangka waktu angsuran mulai dari 3 hingga 36 bulan,” urainya.

Sementara untuk pembiayaan haji, lanjut Aris, investasi emas sangat menguntungkan, karena biaya haji relatif mengalami kenaikan. Pada tahun 2000, biaya haji sekitar 25 juta, harga emas saat itu Rp75 ribu per gram, dibutuhkan sekitar 240 gram emas. Pada tahun 2009, biaya haji hampir Rp35 juta, harga emas saat itu Rp360 ribuan, tinggal 100 gram emas yang diperlukan. Tahun 2019, pembiayaan haji berkisar Rp35 juta – Rp36 juta, dengan harga emas per gram Rp740 ribu, cukup 50 gram emas. “Biaya haji naik, tapi kalau kita simpan dalam bentuk emas justru menjadi lebih kecil. Ayo mulai sekarang menabung emas, mulai dari yang kecil tidak apa, karena emas sudah menjadi komoditi yang banyak diminati untuk investasi dan alat perdagangan yang menguntungkan,” pungkasnya. (hen)

LEAVE A REPLY