DJPb Pacu Generasi Muda Melek APBN

RADAR PALEMBANG – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Wilayah Sumsel memberikan edukasi serta pemahaman kepada generasi muda mengenai keuangan Negara. Kegiatan ini juga sekaligus rangkaian dalam memperingati HUT Ditjen Perbendahaan ke 14 tahun ini.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Sudarso mengatakan, sosialisasi yang dilakukan ini bertujuan agar generasi muda nantinya dapat mengenal lebih dekat seperti apa mekanisme penyerapan APBN yang telah dicanangkan, dan fungsi dari anggaran negara itu sendiri.

“Kita berupaya agar sejak dini mereka sudah mengetahui kemana saja APBN tersebut diserap/disalurkan. Dengan pemahaman yang diperoleh akan meningkatkan kesadaran khususnya di kalangan masyarakat untuk bersama-sama menjaga APBN,” katanya, usai melaksanakan sosialisasi di SMAN Sumsel, Kamis (18/1)

Dia menjelakan,materi yang diberikan dalam sosialisasi ini antara lain mengenai kebijakan APBN secara umum. Seperti bagaimana mengelola apek pendapatan, dan peruntukan pendapatan Negara tersebut untuk program pembangunan di sejumlah bidang.

Termasuk juga yang tidak kalah pentingnya menjelaskan mengenai utang Negara, dalam hal tersebut Sudarso menjelaskan, pendapatan Negara lebih rendah dari pada belanja karena ada beberapa program strategis yang memang harus dilakukan, maka dari itu defisit tersebut ditutup dengan utang.

Nah, belakangan banyak informasi di luar kalau Negara sudah darurat utang. Padahal sebenarnya berdasarkan data dan fakta yang ada, Negara itu sangat prudent terhadap pengelolaan keuangan Negara. Dan persentasenya terhadap GDP itu tidak sampai 30 persen. Selain itu, utang tersebut juga bersifat produktif, artinya GDP kita masih bias untung melunasi utang tersebut. “Hal ini lah yang juga turut diperjelas dan kami luruskan kepada generasi muda,” katanya.

Dengan kegiatan yang dilakukan tersebut, pihaknya berharap agar generasi muda ini dapat menjadi harapan baru untuk memenag tonggak estafet kepemimpinan kedepan. “Dengan adanya kesadaran dari masyarakat maka akan turut berpengaruh pada penerimaan pajak. Sebab, dari penerimaan pajak daerah akan memberikan dampak pada pembangunan infrastruktur dan lainnya di Indonesia dan Sumsel khususnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN Sumatera Selatan, M Ridwan Aziz mengatakan, pihaknya menyambut baik akan adanya kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan Negara tersebut. Telebih di SMAN Sumsel sendiri materi tersebut masuk dalam mata pelajatran ekonomi, khususnya di materi olimpiade ekonomi. “Dengan adanya edukasi seperti ini kami berharap siswa dapat lebih memahami mengenai pengelolaan keuangan Negara,” katanya.(tma)

No Responses

Tinggalkan Balasan