Digeruduk KPK Saat Rapat, Dewan Panik

 

 

RADAR PALEMBANG-  Suasana jelang rapat paripurna DPRD Banyuasin yang kemarin tenang, tiba-tiba saja berubah menegangkan. Bahkan, sejumlah anggota dewan tiba-tiba terlihat panik. Semuanya bermula, ketika 5 orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor wakil rakyat itu.

Dengan dikawal anggota Brimob bersenjata,  penyidik datang  sekitar pukul 10.00 WIB dengan  mengendarai Avanza Silver BG 542 A dan BG 1689 JC. Kedatangan mereka ini,  saat rapat penyampaian nota pengantar paripurna APBD Banyuasin 2017. Penyidik tersebut menggeledah ruang pribadi sekwan dan unsur pimpinan DPRD Banyuasin.

Selain menggeladah ruang kerja Ketua dan WakiI-Wakil Ketua DPRD Banyuasin, penyidik KPK yang terdiri dari tiga tim dimana masing-masing tim terdiri dari lima petugas juga menggeledah kantor Dinas PU Bina Marga dan Dinas PU Cipta Karya.

Sehari sebelumnya, rumah pribadi milik Sekretaris Daerah Pemkab Banyuasin, H Firmansyah di Perumahan Bukit Sejahtera juga diperiksa.  Selain itu, petugas juga menggeledah kantor Dinas PU Bina Marga dan Dinas PU Cipta Karya, hingga para pegawainya tidak diperbolehkan masuk dan dipersilahkan keluar dari ruangan.

Selama proses penggeledahan, akses pintu masuk dua dinas ini di tutup penyidik KPK dan dijaga petugas Kepolisian dari Polda Sumsel. Sebanyak lima orang datang dengan menggunakan rompi bertuliskan KPK dan memeriksa ruangan secara teliti. Pihak jurnalis dan kepegawaian dilarang masuk, hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pemeriksaan.

Demikian pula, ketika petugas menggeledah mulai dari ruangan Ketua DPRD Banyuasin H Agusalam, dan seluruh ruang Wakil Ketua DPRD, semuanya dilakukan tertutup.

Wakil DPRD Kabupaten Banyiasin Komisi II Heryadi mengatakan, jika memang membenarkan adanya pemeriksaan di ruangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Banyuasin sejak pukul 10.00 Wib hingga sekitar pukul 11.00 Wib. “Memang ada pemeriksaan yang dilakukan oleh tim KPK ke ruangan DPRD Banyuasin,” katanya.

Bahkan diruangan kerjanya diperiksa secara teliti, mulai dari lemari kerja dan lemari pribadi, anggota KPK didampingi oleh notulennya saat didalam ruangan. Namun tidak ada yang ditemukan ataupun dibawa, namun salah satu dari tim pemeriksa KPK meminta buka salah satu lemari pribadi miliknya untuk diperiksa, karena dikatakan oleh notulennya jika itu lemari pribadi milik Wakil Ketua Komisi II DPRD Banyuasin ini. “Dimintai kunci lemari lemari pribadi saya, dan saya berikan. Tidak ada yang dibawa dari ruangan saya,” katanya.

Dirinya megatakan jika setiap ruangan diperiksa, untuk Wakil yang lain dirinya tidak mengetahui apakah ada yang dibawa atau tidak, namun selama hampir 30 menit lebih memeriksa tidak ada yang dibawa ataupun dimasukan kedalam kardus bertuliskan Berkas Rahasia KPK.

Penggeledahan ini dilakukan KPK terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas Iainnva di Pemkab Banyuasin.

Pelaksana Harlan (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, selain menggeledah rumah Sekda yang berada di Kota Palembang. Hari ini, penyidik KPK juga menggeledah rumah Kepal Dinas PU Banyuasin, Abihasan di Jalan Bambang Utoyo No 12 Palembang dan Rumah Staf PU Banyuasin, Reza lrdiansyah di Jalan Sepakat seduduk Putih, Palembang.

“Jadi, hari ini (kemarin, red) ada tiga rumah yang digeledah KPK yakni, rumah Sekda Banyuasin, Firmansyah, rumah Kepal Dinas PU Banyuasin, Abihasan dan rumah Staf PU Banyuasin, Reza lrdiansyah. Pengeledahan ketiga rumah tersebut dilakukan untuk penyidikan tersangka Yan Anton Ferdian,” kata Yuyuk.**DIkawal Brimob**

Masih terkait penggeledahan, Direkur Shabara Polda Sumsel, Kombes Pol Imron Korry membenarkan, bahwa enam personil digerakkan untuk mengawal KPK. “Benar, mereka ( KPK) meminta kepada kamj untuk mengawal, dan kami siapkan enam personil dengan persenjataan lengkap,”jelas Kombes Pol Imron Korry.

Dilanjutkan Imron, pihak kepolisian berperan sebagai pengawal dan sebagai fasilitator bagi KPK yang hendak melaksanakan tugasnya. “Pihak KPK melayangkan langsung surat permintaan pengawalan. Sesuai dengan instrunksi atasan, maka kita penuhi,”tambah Imron Korry. (tri/rd1)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan