BPR SUMSEL Mulai Siapkan Digitalisasi

0
126
Direktur Utama BPR Sumsel, Marzuki

RADAR PALEMBANG – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel mengakui sudah menerima arahan dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel terkait digitalisasi layanan perbankan. Kedepan, bank berstatus BUMD ini akan menindaklanjuti secara bertahap.

“Ada masukan dari OJK untuk kita melakukan kemudahan (layanan perbankan,read),” kata Direktur Utama BPR Sumsel, Marzuki. Bentuknya, sambung dia, kemudahan-kemudahan, misalkan orang (nasabah,read) mau melakukan pinjaman (kredit,read) itu bisa melalui website (BPR Sumsel,read) atau aplikasi (fintech,read).

Meski demikian, BPR Sumsel saat ini masih fokus untuk melakukan penyehatan terhadap kinerja atas masih tinggi tingkat NPL atau Non Performing Loan. “Namun (digitalisasi layanan,read), balik lagi ke keleluasaan (bisnis perbankan,read),”jelas Marzuki kepada Radar Palembang.

Untuk NPL, BPR Sumsel membukukan kinerja yang baik dalam kurun beberapa tahun terakhir ini. Terhitung sejak 2017 hingga kini, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel berhasil menekan tingkat Non Performing Loan atau NPL secara maksimal.

Jika di 2017 atau 2018 lalu, NPL atau kredit macet di angka 65 persen maka di tahun lalu, 2020 di angka 15 persen. Targetnya, di tahun ini bank milik Pemprov Sumsel ini mencatatkan NPL di angka 5 persen.

“Pada tahun 2018 lalu NPL masih diangka 65 persen, lalu setahun berikutnya turun menjadi 38 persen, setahun berikutnya turun menjadi 24,2 persen, di tahun 2020 lalu di angka 18,8 persen dan Maret 2021 lalu NPL kita diangka 15 persen, semua kredit macet rata-rata dibawah tahun 2017,”ungkap Marzuki.

Saat NPL 65 persen, kata Marzuki, kredit macetnya di angka Rp110 miliar, dan saat ini bersisa Rp21 miliar yang outstanding (penyelesaian kredit macet,read). Kondisi ini, tak lepas dari gencarnya penagihan kredit macet oleh BPR Sumsel kepada debitur nakal yang menunggak pembayaran pokok angsuran dan beban bunga.

Untuk itu, progress digitalisasi perbankan di BPR Sumsel saat ini mulai difikirkan namun pihak bank masih focus untuk penyehatan kinerja atas kredit macet yang timbul terlebih dahulu. “Kita focus menurunkan NPL-nya menjadi 5 persen dulu,”jelas Marzuki.

 OJK Dorong Digitalisasi

Guna mempercepat digitalisasi dan meningkatkan akses Bank Perkreditan Rakyat atau BPR ke calon nasabah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyusun agar lembaga perbankan tersebut bisa bekerjasama dengan fintech atau Financial Technology.

Fintech atau akrab disapa dengan pinjaman online atau pinjol ini, mempunyai akses yang luas untuk menjangkau nasabah. Kerjasama antara BPR dan Fintech diharapkan langkah untuk membuat digitalisasi di BPR.

Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho mengatakan sekarang ini yang sudah kita susun yakni digitalisasi BPR. “BPR model bisnisnya kerjasama dengan fintech,”jelas dia kepada Radar Palembang.

Adapun aturan mainnya, itu sudah dibuat oleh OJK dalam menjalankan bisnisnya. Menurut Untung, BPR bisa kerjasama dengan fintech dengan model kerjasama yang kita (OJK,read) susun.

Mengenai bentuk layanannya? Untung menjelaskan itu nanti masing-masing BPR akan melakukan kerjasama dengan fintech, jadi nanti masyarakat bisa akses BPR melalui fintech. OJK, kata Untung, jadi kita ngasih (memberi,read) petunjuk pelaksana, masing-masing bank yang melaksanakan. Mengenai ada BPR di Sumsel melaksanakannya, ia mengaku belum ada yang mengajukan.

Apalagi, sambung dia, petunjuk pelaksana baru beberapa hari lalu dilaksanakan. Meski demikian, dirinya berharap akan ada segera BPR di Sumatera Selatan menjalankan proses digitalisasi layanan, salah satunya bisa kerjasama dengan fintech. “Mudah-mudahan BPR kita (di Sumsel,read) ada yang siap mengadopsi model bisnis (kerjasama dengan fintech,read) tersebut,”ujar dia. (dav)

 

LEAVE A REPLY