Beri Sinyal ke Senayan

 

RADAR PALEMBANG, Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin memberikan sinyal akan melanjutkan kiprah di dunia politik dengan menjadi bagian dari legislator di gedung senayan DPR RI, usai pensiun dari jabatan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan.

Alex mengatakan, kiprahnya nanti di Senayan akan diikuti oleh enam Gubernur di Indonesia yang akan pensiun di tahun ini, seperti dirinya. Keenam gubernur tersebut mengungkapkan, bersepakat kompak akan berkiprah di Senayan. “Akan ada enam gubernur yang pensiun juga bersama saya tahun ini. Kami semua sudah sepakat akan berkiprah di Senayan,” kata Alex, akhir pekan lalu.

Terhitung November 2018 mendatang, orang nomor satu di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut akan mengakhiri masa jabatan kedua sebagai Gubernur Sumsel. Perjalanannya mengarungi dunia politik diawali dengan menjabat Bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007-2012).

Kemudian, pada 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumatera Selatan dalam Pilkada Sumatera Selatan periode 2008-2013.

Alex Noerdin kembali dalam Pemilihan umum Gubernur Sumatera Selatan 2013 pada tanggal 6 Juni 2013. Alex maju didampingi oleh Ishak Mekki, Bupati Ogan Komering Ilir. Alex dan Ishak diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang. Ia kembali memenangkan pemilihan umum tersebut dan menjadi gubernur Sumatera Selatan untuk yang kedua kalinya.

Sementara sosok yang pantas menggantikanya, Alex mengatakan, membangun daerah khususnya Sumsel itu tidak mudah, banyak bupati yang menjabat 10 tahun atau dua periode namun apa yang dihasilkannya untuk daerah. Tapi ada yang baru sebentar menjabat sudah banyak dihasilkan.

Menurutnya, tidak perlu banyak bicara untuk membangun daerah tapi menunjukkan hasil. “Jadi gubernur yang akan datang itu, harus memiliki jaringan nasional dan internasional, dan tentu berprestasi,” katanya.

Sebab, dengan memiliki jaringan nasional dan internasional tentu bakal banyak dana segar dari luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dapat ditarik di Sumsel. Ini tentunya sangat bermanfaat dalam membangun sebuah daerah. “Sumsel itu bukan provinsi terkaya tapi tentu jadi provinsi termaju,” katanya.

Meskipun begitu, semua ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang selalu hidup rukun antar etnis dan agama, sehingga menjadi modal Sumsel menjadikan provinsi termaju di Indonesia. “Karena itu, ini zero conflik ini harus tetap dipertahankan dan jangan mudah terpancing,” katanya. (tma)

No Responses

Tinggalkan Balasan