Bang Jali-Beto Belum Padu

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Sriwijaya FC sudah mulai menapak ke jalur yang diinginkan. Yaitu dengan pola bermain sesuai karakter sesungguhnya Laskar Wong Kito menyerang dari segala lini. Klob dengan asuhan coach Rahmad Darmawan.

“Perjuangan kita ini baru napak rel awal. Hingga sampai tujuan rel terakhir pada stasiun yang kita inginkan yaitu berprestasi di kompetisi Asia bukan lagi Liga 1,” kata Dr H Much Baryadi Direktur Operasional Sriwijaya FC.

Lanjut mantan manajer Sriwijaya FC ini untuk membekali diri dan mental dalam menyongsong Liga Asia, jelas perlu tim yang sangat padu. Baik padunya kualitas pemain, maupun kualitas permainan dalam lapangan. “Pemain-pemain pengganti kita tidak jauh kualitasnya. Hanya bisa disebut pemain inti yang paling siap yang diturunkan dulu,” katanya.

Diakui ketua Paguyuban Jawa Sumatera (Pujasuma) Wali Daerah Sumsel ini sepak terjang di Piala Presiden 2018 sudah melebihi target. Itu kalau melihat dari hasil di Liga 1 2017 dimana Sumsel hanya mampu finis pada posisi 11.

“Kita masuk semifinal sudah melebihi target. Namun menghadapi semifinal dan final Piala Presiden ini kita juga optimistis. Semifinal lawan Bali United itu sama-sama punya pemain berkualitas. Sama-sama, kita didukung suporter yang fanatik. Pelatih Widodo C Putro jelas berniat untuk mengalahkan Sriwijaya FC. Tapi modal menang tidak cukup dengan itu. Kalau pemain kita tetap mempunyai motivasi yang tinggi kita masih bisa unggul selisih gol,” ungkap pria berkaca mata ini.

Baryadi menyebut sejatinya final ideal itu adalah Sriwijaya versus Arema. Itu karena partai puncak akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta home base Macan Kemayoran -julukan Persija. “Pada partai semifinal Persija lawan PSMS Medan. Ya, kalau memang Sriwijaya bisa ke final dan harus ketemu PSMS juga bakal seru,” tandas pria yang akrab disapa Pakde ini. (sep)

No Responses

Tinggalkan Balasan