Ayo Tolak Black Campaign !

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Komisi pemilihan umum (KPU) Kota Palembang telah menetapkan nomor urut pasangan calon Walikota-wakil wakil Walikota yang akan bertarung pada Pilkada Palembang Juni mendatang. Hal menarik, para kandidat menyatakan siap untuk menolak black campaign dan siap menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK).

Keempat kandidat percaya diri (PD) bahwa nomor yang diperoleh dalam pengundian di kantor KPU, kemarin (13/2) akan membawa keberuntungan meraih kemenangan merebut hati rakyat.

Dalam pengundian tersebut petahana pasangan Harno- Fitri mendapatkan nomor 1, kemudian pasangan Sarimuda-Rozak nomor urut 2, pasangan dari jalur independen Akbar-Hernoe nomor 3 dan terakhir pasangan Mularis – Syaidina Ali nomor urut 4, ke  empat pasangan sudah resmi mendapatkan identitas diri.

Keempat pasangan calon mengklaim  siap menertibkan  APK yang saat ini marak di tengah masyarakat, karena sejak Kamis (15/2) nanti apk tidak boleh lagi karena sudah memasuki tahapan kampanye

Ketua KPU Palembang, Syarifuddin mengucapkan terimakasih kepada tim pemenangan dan masyarakat karena  pengundian nomor urut lancar aman dan kondusif, ini menunjukkan bahwa Palembang sangat kondusif.

Ia meminta kepada masing-masing tim pemenangan untuk menghadiri rapat penetapan titik kampanye dan dana kampanye.  Ini sangat penting, diharapkan seluruh tim kampanye pada Rabu (14/2) untuk menyerahkan  laporan awal dana kampanye, jika lewat waktu maka tidak akan diterima.

“Pada 20 April nanti  untuk melaporkan dana kampanye yang digunakan pada saat kampanye, dan pada 24 Juni dilaporkan dana masuk dan keluar, “kata Syarifuddin.

Sesuai dengan aturan jika tidak maka Paslon terancam akan gugur, untuk itu setiap tim untuk mentaati aturan yang ada sehingga proses pilkada ini berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pasangan calon untuk tidak melibatkan apartur sipil negara ( ASN ) dan anak-anak pada saat kampanye Akbar nanti. “Hal ini sesuai dengan aturan, diharapkan kedepannya pemimpin yang terpilih dapat membawa Palembang lebih maju. Untuk masyarakat untuk berpartisipasi memilih calon yang dipilih,”kata dia.

Nomor urut 1 Harnojoyo, mengatakan sejak lama memang berharap nomor satu, karena nomor satu simbol dirinya dalam menjalankan program yang dicanangkan unik mewujudkan palembang EMAS.

“Selesai solat subuh berjamaah, gotong royong kami selalu menunjukkan jempol, artinya jempol ada lah satu, ini nomor banyak makna dan kami berharap dapat meraih kemenangan,”kata Harno.

Dirinya juga akan segera mengintruksikan kepada tim pemenangan dan relawan untuk segara menerbitkan APK sebagaimana yang ada dalam aturan. Karena pada kami (15/2) nanti seluruh APK akan ditertibkan.”Kami saat taat dengan aturan ,nanti saya instruksikan untuk diturunkan,”ujar dia.

Harnojoyo juga menolak black champaign karena itu tidak mendidik masyarakat dalam pesta demokrasi. Karena setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan.”berpikir positif dan berprasangka baik, karena setiap kita memiliki kekurangan dan kelebihan,”kata Harnojoyo.

Sedangkan pasangan Sarimuda-Rozak tidak dapat diwawancarai oleh adwak media karena langsung meningalkan kantor KPU. Akbar nomor urut 3 mengatakan, sangat bersyukur mendapatkan nomor tiga, karena nomor tiga akan membawa keberuntungan dengan meraih kemenangan pada saat pencoblosan nanti.”Kalau dalam islam tiga itu yaitu halal, haram dan makruh, artinya ini sangat baik kami kami,”ujar dia.

Dilanjutkan Akbar, setalah ini dirinya bersama dengan tim pemenangan akan terjun langsung baik blusukan maupun kampanye Akbar nanti untuk menyerap aspirasi masyarakat.”Masyarakat butuh perubahan yang lebih baik, untuk itu masyarakat harus memilih nomor 3,”katanya.

Dirinya telah mengintruksikan kepada timnya untuk segara menerbitkan APK yang telah dipasang ditengah masyarakat karena sesuai dengan aturan APK harus ditertibkan.

Nomor urut 4, Mularis mengatakan bahwa nomor urut yang ia terima akan membawa kemenangan pada Pilkada nanti, karena nomor ini sangat spesial baginya.  Ia juga mengajak seluruh calon untuk melakukan politik santun , jangan saling menyingung calon lain,  karena itu tidak baik, mari memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.  Karena masyarakat adalah pemilih. “Kami juga sudah mengintruksikan kepada tim agar segera menertibkan apk, karena kami sangat taat aturan , karena aturan dibuat untuk ditatati bukan untuk dilanggar,”ujar dia.

Ia mengklaim tidak akan mengeluarkan dana kampanye yang besar pada saat kampanye nanti. Karena ia lebih memilih mendekati masyarakat dengan program bukan dengan uang.”Kalau Rp 1 miliar cukup kenapa harus lebih besar, kalau untuk laporan nanti pasti kami laporkan secara langsung,”,ujar dia.

Ratusan personil ini diterjunkan Polresta Palembang guna mengamankan proses Rapat Pleno Terbuka, Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang 2018.

Pantaua Radar Palembang, personil kepolisian tidak hanya berjaga di sekitar lokasi, namun juga ada beberapa akses jalan menuju kantor KPU. Bagi setiap tamu undangan yang ingin memasuki kantor KPU juga digelesah tanpa terkecuali.

“Jumlah anggota kepolisian yang kita terjunkan mencapai 119 personil. Ini untuk mengamankan proses pengundian dan penetapan nomor urut Paslon Pilkada,” ungkap Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede. (zar)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan