AKHOR Siap Dobrak Palembang

 

 

 

RADAR PALEMBANG, RP – Ada sedikit kejutan pada hari terakhir pendafataran di KPUD Kota Palembang, kemarin. Muncul pasangan calon walikota dan calon wakil walikota muda jalur independen, pasangan M Akbar Alfaro-Hernoe Roesprijadji (AKHOR). Keduanya, siap mendobrak Palembang menuju perubahan kehidupan rakyat secara signifikan.

“Mahar, jual beli suara 5 tahunan, ternyata tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kualitas hidup rakyat Palembang, kami akan memperbaiki itu,”kata Akbar, saat diceacar wartawan usai mendaftar dan menyerahkan dukungan ke KPUD Palembang, kemarin.

Pasangan AKHOR datang tidak sendiri. Saat secara resmi menyerahkan dukungan ke KPU Kota Palembang, mereka dikawal langsung ratusan relawan. Saat itu, pasangan AKHOR menggunakan kostum army. “Bismillah mohon doa dan dukungan, ini bentuk keseriusan kami maju,”kata Akbar.

Akbar mengklaim pihaknya mendapatkan dukungan langsung dari warga Palembang yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan jumlah dukungan yang diserahkan sebanyak 101.032 orang (KTP). ”Kita serius maju melalui jalur independen untuk bertarung pada pilkada Palembang,”ujarnya meyakinkan.

Menurut Akbar, ia bersama Hernoe Roesprijadji tokoh NU Sumsel sengaja maju Pilkada Palembang melalui jalur independen. Alasannya, karena polarisasi politik yang yang transaksional menjadi problem yang harus dicari jalan keluarnya maka dari itulah posisi Independen menjadi solusi untuk dari cara politik yang tradisional.

Selanjutnya, berbagai janji ditawarkan Akbar kepada masyarakat Palembang untuk diperbaiki. Beberapa problem tersebut yakni, bisa dilihat dari tingginya angka kemiskinan di Palembang yaitu 12,93 persen dan 9,52 persen penduduk usia produktif mengangur. “Rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja disebabkan berbagai hal, peluang kerja yang tak sebanding dengan pertumbuhan penduduk dan rasio tingkat pendidikan yang kurang,”katanya.

Kedua, sambungnya, problem kesehatan dimana tercatat 567.035 kasus yang menjangkiti masyarakat Palembang. Ketiga, problem kerawanan sosial dan keamanan. “Keempat adalah fasilitas dan infrastruktur pembangunan yang tidak merata. Warga masyarakat yang berada di pingiran kota belum seenuhnya merasakan dampat positif pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Cawawako Hernoe menyampaikan, kesamaan dalam visi dan misi membangun Palembang menjadi kunci terjadinya koalisi AKHOR. ”Kesamaan wajah baru sehingga optimisme dan harapan rakyat untuk memwujudkan perubahan Palembang dapat terwujud,”jelas Hernoe.

Selain itu, latar belakang yang saling melengkapi atau boleh dibilang koalisi nasionalis-religius. Ia meyakini kolabrosasi ini akan menjadi satu kekuatan politik baru yang diperhitungkan selain dukungan akar rumpu. ”Jaringan baik, lokal nasional dan internasional dapat membawa perubahan bagi Kota Palembang,”jelasnya.

Diketahui, untuk maju jalur independen pasangan calon harus mengumpulkan bukti dukungan KTP minimal 74.361 atau 6,5 persen dari jumlah pemilih. Dukungan harus melampirkan pernyataan dukungan. Pernyataannya bisa perseorang dan bisa kolektif, dan harus menggunakan materai.

Selain itu, dukungannya harus merata, minimal tersebar di 10 Kecamatan di Kota Palembang.Setelah ini akan diverifikasi apakah benar dukungan jumlahnya cukup.

“Selanjutnya kita verifikasi faktual. Nanti ada waktu perbaikan dan memang cukup akan kita tetapkan sayarat dujungan cukup. Belum terdaftar, karena mendaftar waktunya sama dengan parpol 8-12 Januari,”kata ketua KPU Palembang, Syarifudin.

Komisioner KPU Kota Palembang, Firamon Syakti, mengatakan bahwa, kemarin (29/11), merupakan hari terakhir penyerahan bukti dukungan sebagai syarat Paslon maju melalui jalur perseorangan.”Setelah ini akan diverifikasi administrasi dulu, jika dukungannya cukup baru akan kita lakukan verifikasi faktual,”Kata Firamon.

Menurut Firamon, KPU akan mulai melakukan verifikasi faktual terhadap berkas dukungan pada tanggal 12-25 Desember mendatang.Verifikasi faktual ini untuk melihat apakah dukungan yang diberikan oleh masyarakat berupa KTP itu benar adanya.

“Jadi, nanti kita cek one by one ke tiap kecamatan untuk menanyakan secara langsung apakah benar nama di KTP itu mendukung salah satu paslon Walikota/Wakil Walikota. Jika yang bersangkutan tidak membenarkan dukungan itu maka akan diberikan formulir,”ujarnya.

Nantinya setiap warga memberikan dukungan kepada calon independen akan ditanya terlebih dahulu mendukung atau tidak. Kalau tidak maka warga akan diberikan formulir B5 yang artinya tidak memberikan dukungan kepada calon dan itu dipastikan gugur.

Sampai terakhir penyerahan bukti dukungan untuk Paslon Independen, kata Firamon, hanya ada dua Paslon yang maju sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang, dua nama tersebut yakni Pasangan M Akbar Alfaro – Hernoe Roeprijadi dan namun Pasangan Mgs Chairil Syah dengan Mualimin Pardi Dahlan (Cha-Imin) dengan pukul 17 : 00 belum juga datang ke KPU Palembang.(zar)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan