Ada Kemauan dan Percaya Diri

 

 

RADAR PALEMBANG – Bosan dengan dunia kerja membuat Dhaha Saleh yang saat ini eksis di dunia Master of Ceremony (MC) menikmati hobi cuap-cuap yang sejak duduk dibangku sudah ia geluti.

Diakui Dhada setelah lulus kuliah ia sempat bekerja disebuah perusahaan tetapi karena ritme kerja yang begitu-begitu saja membuat ia bosan dan memilih resign. Mengisi waktu luang iapun bergabung dengan Rumah Pengantin Zantiq untuk belajar makeup. Sejak tahun 2011 iapun rutin mendapat job menghias pengantin, makeup wisuda dan juga pesta.

Seiring berjalan sejak tahun 2013 iapun memperdalam ilmu Master of Ceremony dan bergabung dengan YR Production bimbingan Hj Yanti Rustam. Kenapa memilih dunia ini? Tidak lain karena dunia ini penuh dengan tantangan. Selain itu juga ia bisa mengatur waktu sendiri dan mengeksplor diri. Karena setiap acara berbeda cara membawakannya.

“Dan selain itu juga sebuah acara bisa mencapai kesuksesan yang gilang gemilang karena seorang pembawa acara dan ini menjadi satu kebanggaan bagi saya bisa turut mensukseskan acara tersebut,” ujar wanita cantik berkerudung ini.

Ditambahkan Dhada, untuk menjadi seorang MC itu sendiri tidaklah sulit, asal ada kemauan untuk belajar dan percaya diri. “Saya saja meskipun sudah sering dipercaya untuk menjadi MC di berbagai acara tetapi hingga saat ini saya masih terus rutin belajar di YR Production untuk memperdalam dalam membawakan acara,” ujarnya lagi.

Untuk spesialisasi sendiri Dhada tidak memilih-milih acara semua job ia terima. Mulai dari pelantikan, aqiqah, pernikahan bahkan acara cacap-cacapan adat Palembang pun bisa ia bawakan. Untuk frekuensinya sendiri saat ini hampir setiap minggu ia dapatkan job untuk membawakan acara. Sementara untuk job makeup ia tinggalkan sementara karena ingin fokus di dunia Master of Ceremony (MC).

Disinggung mengenai kiat suksesnya menjadi seorang MC yang pertama adalah niat untuk memberikan sesuatu yang baik untuk orang banyak. Jangan mikir duitnya dulu. Dari keinginan itu kita dapat banyak kemudahan dan cara bagaimana untuk menghibur orang banyak.

Kedua, belajar karena dunia entertainment itu awalnya dari lucu-lucuan. “Tapi dari situ kita harus punya pengetahuan luas yang kita harus bagikan. Dan yang paling penting jangan menyerah,” sambungnya lagi. (iya)

No Responses

Tinggalkan Balasan