2023, Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Basket

0
6302
CLEVELAND, OH - DECEMBER 25: Kyrie Irving #2 and LeBron James #23 of the Cleveland Cavaliers celebrate after James scored during the second half against the Golden State Warriors at Quicken Loans Arena on December 25, 2016 in Cleveland, Ohio. The Cavaliers defeated the Warriors 109-108. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and/or using this photograph, user is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement. Mandatory copyright notice. Jason Miller/Getty Images/AFP

                           RADAR PALEMBANG.- Indonesia mencatatkan sejarah baru. Bersama dengan Filipina dan Jepang, Indonesia untuk pertama kalinya terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023.

Indonesia, bersama Filipina dan Jepang terpilih setelah menyisihkan Argentina-Uruguay dalam Host Announcement Ceremony yang digelar kemarin, 9 Desember 2017 di Dewan Pusat FIBA, Swiss. Lewat kampanye yang bertema #PlayLouderIn2023 mereka bertiga sukses mencuri hati para Dewan FIBA.

Dalam presentasi yang dilakukan oleh perwakilan masing-masing negara, yakni Erick Thohir (Indonesia), Manny V. Pangilinan (Filipina), dan Yuko Mitsuya (Jepang). Ketiga negara ini dinilai dinilai oleh Dewan FIBA merupakan regional yang memiliki perkembangan basket tercepat di dunia.

Dengan menyatukan ketiga negara, setidaknya ada 500 juta orang yang dapat terangkul untuk bisa memasyarakatkan cabang ini dan menjadikan basket sebagai olah raga yang populer. Ketiga perwakilan tersebut dalam presentasinya mengusung prinsip kesederhanaan, keragaman, dan intensitas.

Bagi Indonesia, ini merupakan kali pertama menggelar event basket kelas dunia. Sementara bagi Filipina dan Jepang ini merupakan event Piala Dunia kedua mereka. Filipina pernah menjadi tuan rumah pada 1978 dan Jepang pada 2006 lalu. Pertandingan Piala Dunia ini akan digelar di Manila, Okinawa, dan Jakarta dengan menggunakan lima venue.

Filipina akan mendapatkan jatah venue lebih banyak dibandingkan Indonesia dan Jepang. Pasalnya di sana akan dimainkan di dua venue yakni Araneta Coliseum dan the Mall of Asia Arena yang akan memainkan 32 pertandingan. Sementara itu, ada 16 laga yang akan dimainkan di Istora Senayan Jakarta dan Jepang di Okinawa Arena Jepang.

Lebih siap

Sekjen FIBA, Patrick Baumann, sesuai rilis yang dikirimkan oleh perwakilan Indonesia yang datang dalam pemilihan tersebut, mengatakan jika Indonesia, Filipina, dan Jepang memiliki semangat yang tinggi di dalam mempersiapkan diri. Populasi yang tinggi dari ketiga negara itu yang mayoritas usai muda menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami sudah melakukan peninjauan kesiapan ke semua calon tuan rumah, bergabungnya ketiga negara Indonesia, Filipina, dan Jepang adalah perpaduan tepat untuk diberi kesempatan menjadi penyelenggara ajang basket tertinggi di dunia ini,” kata Baumann.

Sejarah Indonesia

Erick Thohir, selaku Presiden SEABA yang memimpin tim kandidat calon tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023 mengatakan jika ini merupakan suatu sejarah baru bagi Indonesia. Tapi bukan hanya itu, terpilihnya Indonesia ini juga merupakan bentuk kepercayaan dunia internasional.

“Ini artinya dunia luar percaya kita mampu menggelar event dunia. Setelah Asian Games, kita harus menjawab kepercayaan ini dengan menjadi tuan rumah yang baik,” ungkapnya.

Terpilihnya Indonesia bersama Filipina dan Jepang ini dinilainya sejalan dengan keinginan pemerintah untuk bisa lebih sering lagi menggelar kejuaraan internasional. Mengingat setelah Asian Games, venue-venue eksnya harus digunakan untuk apa. Agar venue tersebut tidak terlantar.

“Keberhasilan ini juga membuka peluang lebih besar lagi untuk Indonesia menggelar ajang ajang olahraga yang lebih tinggi lagi seperti Piala Dunia Sepakbola atau Olimpiade di masa yang akan datang,” ucap Erick.(jppn)

LEAVE A REPLY