Wijang : Biar Makin Keren, Program Internet Desa HD Harus Ada Pendampingan

0
374

 

 

RADAR PALEMBANG – Program Internet Desa dan Webiste Desa Sumsel Maju untuk Semua yang diinisiasi oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru, secara resmi sudah dilaunching Senin (12/11) di Hotel Novotel Palembang. Seperti apa ide dan terobosan yang dilakukan Herman Deru itu di mata pengamat dan para ahli ?

Dr. Wijang Widhiarso, M.Kom, Dosen Program Studi Teknik Informatika STMIK GI MDP dengan Keahlian khusus di bidang e-government , IT planning dan sistem informasi angkat bicara. Secara umum Wijang menilai kebijakan HD menyediakan akses internet sampai ke pelosok desa itu menurutnya merupakan sesuatu yang positif. Karena dengan internet artinya HD ingin masyarakat Sumsel sampai di level bawah sekalipun melek informasi dan teknologi.

Namun demikian, penyediaan internet dengan memberikan bandwith saja dikatakan Wijang tidak cukup. Menurutnya Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Pemprov Sumsel harus menyesuaikan program ini dengan visi misi Sumsel kedepan dengan cara menyediakan program lanjutan.

“Untuk penyediaan internet di desa secara masif, saya kira ini adalah hal baru. Artinya Dia (Gubernur) punya visi yang agak jauh kedepan. Sumsel tentu bisa menjadi pioner asalkan setelah ini ada program lanjutan. ” jelas Wijang.

Program lanjutan yang dimaksud Wijang adalah dalam bentuk pendampingan sehingga akses internet yang didapat masyarakat desa tidak hanya sebatas digunakan untuk melihat youtube saja. Namun pemanfaatannya diawasi dan melibatkan orang yang memang pakar dan ahli di bidangnya.

“Jadi kemanfaatannya besar. Setiap desa itu harus disiapkan pembimbing khusus supaya semua potensi di daerah tergali. Gak semua warga desa itukan petani, ada pariwisata ada juga perikanan.  Nah ahli yang bisa mengakses pengembangan bidang-bidang itu harus ada. Jadi masyarakat bisa melihat tutorial, atau sharing group dengan market share yang lebih besar. Biar makin keren program internet desa itu.harus pendampingan,” tambah Wijang.

Akan lebih baik lanjut Wijang jika pemerintah memiliki data base potensi-potensi apa saja yang ada di daerah untuk diangkat dan dikembangkan. ” Program ini bagus sekali, tapi Saya khawatir kalau ini dilepas begitu saja. Kalau cuma dipakai buat melihat youtube tentu manfaatnya sangat kurang sekali. PR Pak HD ya itu, intwrnet desa ini harus dilanjutkan dengan program pendampingan yang tepat,” tegas pria berkacamata itu.

Untuk mendapatkan tenaga-tenaga pendukung pendampingan lanjut Wijang, pemerintah sebenarnya bisa memanfaatkan lulusan universitas yang sudah lebih dulu dibekali di lembaga khusus kemudian diendorse seperti yang dilakukan di microsoft.

” Intinya jangan sampai program ini hanya bagi-bagi bandwith saja. Seperti yang terjadi di beberapa tempat, dulu ada juga namanya internet kecamatan. Hasilnya ya begitu saja karena tanpa pendampingan. Padahal sangat banyak yang bisa dilakukan dengan akses internet itu. Misalny Pemilu Desa biaya jadi murah dengan  elektronik tanpa kertas lagi sehingga elektronik demokrasinya hidup. Kalau Sumsel bisa lakukan itu, tentu keren sekali,” ujarnya menutup pembicaraan.(rel)

LEAVE A REPLY