Waspadai Gesekan Masyarakat Bawah di OI

0
76
Pengamat Politik dan Sosial Sumsel, Bagindo Tegar

RADAR PALEMBANG – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir (OI) mendiskualifikasi pasangan calon bupati dan wakil bupati OI nomor urut 2, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak. Ini harus dijelaskan dengan sebenar-benarnya dengan bersandarkan aturan yang berlaku. Jika tidak, ancaman gesekan di masyarakat, terutama di kalangan akar rumput (pemilih non-elit), besar kemungkinan akan terjadi.

Pengamat Politik Sumsel Bagindo Togar mengatakan, untuk diketahui, keputusan KPU mendiskualifikasi tersebut setelah sebelumnya mendapat rekomendasi dari Bawaslu OI.

“Sekarang tugas KPU menjelaskan ini (keputusan diskualifikasi), kepada masyarakat, terutama kepada kelompok-kelompok yang kecewa. Yang penting penjelasan KPU harus jelas dan masuk akal, karena kalau tidak, kemungkinan terjadi gesekan terutama dari kalangan akar rumput itu sangat mungkin terjadi,”ungkap, Kemarin (14/10).

Menurutnya, KPU pasti memiliki alasan yang kuat hingga mengeluarkan keputusan yang baru pertama kali terjadi di wilayah Sumatera tersebut.  “Namun, jika ditanya keputusan itu sudah tepat atau belum, itu menjadi persoalan lain, yang pasti KPU pasti telah mengetahui resiko keputusan yang mereka keluarkan itu,” ujar Ketua Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) ini.

Bagindo berharap, pihak Ilyas-Endang menyikapi dengan bijak keputusan yang dikeluarkan oleh KPU OI ini, dengan cara menempuh jalur hukum dengan prosedur yang berlaku.

“Dan bagi pasangan Panca-Ardani sebaiknya tidak berlebihan menyikapi permasalahan ini, dan tentunya tidak mengambil keuntungan, bahkan kalau perlu pasangan Panca-Ardani ini memberikan pembelaan kepada pasangan petahana, karena menang tanpa lawan itu jelas tidak elegan,” pungkasnya. (zar) 

 

LEAVE A REPLY