Warga Selangit Buru Ikan Langka

0
3806

 

RADAR PALEMBANG – Sejumlah warga Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura turun kesepanjang aliran sungai Lakitan melakukan untuk berburu ikan dialiran sungai tersebut. Uniknya, mereka berburu ikan dengan cara menyelam dialiran sungai dengan kedalaman air sekitar dua meter hanya menggunakan bedil panah.

Landi Markus, warga sekitar mengatakan perburuan ikan dengan cara tersebut sudah biasa dilakukan warga disaat air sungai Lakitan airnya dalam kondisi jernih disaat musim kemarau sekarang ini. Perburuan ikan banyak dilakukan diwaktu siang dan malam hari kendati warga sekitar mengaku keberadaan ikan khas diperairan tersebut lambat laun diduga mulai berkurang serta langka akibat adanya perburuan menggunakan setrum listrik.

“Biasanya warga dapat ikan dalum, mirip ikan baung tapi warna daginganya kuning. Lalu ikan daseh yang secara keseluruhan, jenis ikan-ikan itu mulai langka akibat perburuan menggunakan alat setrum listrik,” ungkapnya.

Selain itu, dialiran sungai Lakitan oleh warga masih terdapat ikan pari yang mana keberadaannya juga sudah mulai langka. Ikan pari yang identik dengan ekor beracun tersebut menurut warga, masih banyak penyebarannya. “Sering warga dapat ikan pari, tapi harus hati-hati nangkapnya. Sebab ekornya beracun,” jelasnya.

Sementara itu Budi (36), salah seorang warga yang juga penghobi mancing menyayangkan adanya proses penangkapan ikan menggunakan setrum listrik. Hal ini tak hanya berdampak terhadap ekosistem perairan disungai tersebut, tapi juga mempengaruhi lingkungan disekitarnya.

“Di Kabupaten Mura masih banyak sebaran-sebaran anak sungai dan dihuni banyak ragam jenis ikan. Nah, kalau diburu terus menerus dengan cara disetrum, lama kelamaan habitatnya habis, lingkungan juga rusak,” pungkasnya.(Pin)

LEAVE A REPLY