Warga Khawatir Sungai Meluap

0
594

 

Luapan Air Capai 1 Kilometer

 

RADAR PALEMBANG – Warga Desa Kalirejo, Kecamatan Madang Suku II Kabupaten OKU Timur dan sekitarnya mengluhkan luapan aliran sungai Kalirejo yang selalu meluap hingga 1 meter lebih setiap turun hujan. Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan masyarakat yang ingin keluar desa membawa hasil bumi dan kebutuhan lainnya.

Menurut Kasrin, Warga Desa Kalirejo, setiap hujan turun dalam waktu yang lama aliran sungai Kalirejo selalu meluap dan membuat sejumlah pengendara sepeda motor kesulitan untuk melintasi jembatan yang memotong aliran sungai tersebut. Warga berharap, pemerintah melakukan normalisasi sungai agar banjir yang selalu melanda perkebunan karet dan menutup akses jalan menjadi lancar.

“Kalau mobil memang tidak bisa masuk karena akses jalan yang sangat jelek. Kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Memang meluapnya aliran sungai tidak sampai berhari-hari. Namun setiap hujan turun, aliran sungai selalu meluap dan menyulitkan masyarakat yang ingin melintasi jembatan sungai Kalirejo,” ujarnya.

Ditambahkannya, warga terkadang harus menunggu hingga luapan air turun untuk keluar dari desa karena satu-satunya jalan untuk menuju ke jalan poros hanya melalui ruas jalan desa tersebut. Bahkan lanjut Kasrin, terkadang warga harus berbondong-bondong untuk memberikan bantuan kepada warga yang terjebak banjir dan tidak bisa melintas.

“Kalau hujan deras dan air naik, warga biasanya datang dan berkumpul ke sungai untuk memberikan bantuan kepada warga yang terjebak untuk menyeberang,” katanya.

Satu-satunya cara untuk mengatasi luapan air tersebut lanjutnya adalah dengan melakukan normalisasi sungai yang selain dangkal juga kotor oleh ranting pohon yang sudah mencapai ke tengah sungai sehingga menyebabkan aliran sungai tidak lancar.

“Kami sangat mengharapkan ada normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah agar luapan air yang menyebabkan warga kesulitan untuk keluar bisa teratasi. Jika hanya dibersihkan di sekitar jembatan saja, saya rasa tidak akan berhasil,” jelasnya.

Sementara Mahmud, warga lainnya menambahkan, setiap hujan turun dengan deras terlebih dalam kurun waktu yang lama, dipastikan akan terjadi luapan sungai yang menyebabkan warga terjebak dan lebih dari satu kilometer kebun karet warga tergenang. Meskipun luapan air tidak berlansung lama, namun kondisi tersebut membuat warga harus ekstra hati-hati.

“Saat air meluap dan menutupi badan jembatan, warga yang melintas bisa saja masuk ke dalam sungai karena jembatan tidak terlihat. Selain itu warga juga kesulitan untuk melintasi perkebunan yang licin karena tergenang air,” terangnya.

Selain itu, warga juga membutuhkan pembangunan jalan sepanjang lebih dari lima kilometer yang mengalami kerusakan cukup parah dan sulit untuk dilalui. “Ruas jalan menuju desa ini rusak parah hingga lebih dari lima kilometer. Jalan berlumpur dan licin terkadang menyebabkan warga terperosok dan masuk ke dalam kubangan air,” terangnya.(awa)

 

 

LEAVE A REPLY