Warga Kalidoni Keluhkan Banjir, PUPR Cari Solusi

0
177

RADAR PALEMBANG – Warga Kelurahan Kalidoni Palembang mengeluhkan banjir yang kerap terjadi di lingkungannya. Setidaknya ada lima RT yang kerap kebanjiran dan menjadi genangan air saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Kelima RT tersebut yakni RT 12, 14, 17, 18 dan 40 Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni, Palembang. Saat hujan deras turun lima RT tersebut menjadi langganan banjir lantaran drainase yang tidak bagus dan anak sungai mengalami sendimentasi alias pendangkalan.
PPK UP Dinas PUPR Kota Palembang, Buyung mengatakan, pihaknya tengah mencari solusi atas persoalan banjir yang dikeluhkan warga dari lima RT di Kelurahan Kalidoni Palembang.

“Iya hari ini kita langsung turun kelapangan untuk menanggapi keluhan dari masyarakat di 5 RT Kelurahan Kalidoni terkait banjir yang terjadi diwilayah ini, yang disebabkan oleh hujan ekstrem beberapa waktu lalu,” ujar Buyung saat dilokasi, Kemarin (7/4).

Buyung mengatakan, selain menyerap aspirasi warga, pihaknya turun langsung kelapangan guna mengecek langsung dan menelusuri penyebab banjir.

Dari laporan warga yang diterima Dinas PUPR Palembang, banjir yang menggenangi pemukiman warga baru terjadi belakangan ini saat hujan deras mengguyur kota Palembang. Tadinya kata dia, Kawasan ini jarang kebanjiran. Namun setelah ditelusuri memang ada saluran air yang tersumbat dan beberapa parit yang mengalami sendimentasi.

“Kami dari Dinas PUPR Kota Palembang beserta jajaran Lurah Kalidoni telah berupaya melakukan normalisasi saluran air yang di mulai dari jalan KH Abdul Rozak, dari simpang Celentang hingga simpang Pusri,” katanya.
Selain Kawasan itu, normaliasasi juga dilakukan di Kawasan Kelurahan 2 Ilir Palembang yang juga terdampak banjir akibat saluran air yang mampet.

“Untuk keluhan masyarakat tentang saluran air yang tidak bisa mengalir sampai ke arah sungai Sematang Borang, tadi sudah kita analisa dan nantinya kita akan lakukan rapat bersama ketua RT dan pak Lurah terkait pembuatan saluran air, kita bisa membuat saluran air dan disambungakan ke arah atau mengalir ke sungai Sematang Borang,” bebernya.

Namun untuk dapat melakukan hal tersebut, pihaknya akan memetakan dan mendata terlebih dahulu soal kepemilikan lahan yang akan dijadikan saluran air. “Apakah nanti pemilik lahan siap menghibahkan lahan miliknya untuk dibuat saluran air demi kepentingan orang banyak atau bagaimana nantinya, akan kita rapatkan lebih dulu,” tukas Buyung.

Sementara itu, Lurah Kalidoni Daniqbal berharap persoalan banjir yang dikeluhkan warganya dapat segera teratasi. Sehingga banjir tak lagi menggenangi pemukiman warga di lima RT tersebut. (zar)

LEAVE A REPLY