Wabup Grebek Warung Remang-remang

0
974
Jpeg

 

 

 

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni SE mengaku sangat geram terhadap adanya warung remang-remang yang berkedok cafe dan tempat biliar. Untuk itu, Wabup langsung memimpin sendiri melakukan sidak di lokasi yang berada di Desa Tugumulyo Kecamatan Belitang Madang Raya.

Sempat terjadi kejar-kejaran ketika berlangsung proses penggrebekan di rumah yang terbuat dari papan dan terdapat beberapa kamar ini sehingga suasana sempat tegang. Namun seluruh penghuni dan pengunjung rumah bordir itu berhasil diamankan dan didata kemudian dibawa ke kantor Kecamatan Belitang Madang Raya.

Selanjutnya 3 orang wanita penghibur dan 4 pria hidung belang yang diamankan diserahkan ke Polres OKU Timur untuk proses lebih lanjut. Dari lokasi rumah bordir yang disulap menjadi tempat permainan biliar juga ditemukan, minuman keras (Miras) berupa tuak dan bir hitam serta jenis lainnya.

Sebagian botol Miras itu sudah terbuka dan sudah dikonsumsi oleh pengunjung tempat maksiat yang berlokasi tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Untuk mengelabui petugas Priadi sebagai pemilik sengaja menyediakan meja biliar sehingga seolah-olah lokasi itu bukan tempat maksiat tapi tempat permainan biliar.

Selanjutnya penggrebekan dilanjutkan di lokasi kos-kosan 10 pintu di Desa Tugu Harum, Kecamatan Belitang Madang Raya milik Yanto. Di sini ditemukan kondom dan alat suntik kontrasepsi serta obat penyakit kelamin. Di lokasi ini juga diamankan empat wanita penghuni kos-kosan digelandang ke Mapolres untuk didata.

Penggrebekan disiang hari itu sempat membuat gempar warga desa setempat. Selama ini masyarakat tidak berani melapor karena takut dengan pemilik bedeng dan kontrakan.

Wakil Bupati Fery Antoni, di sela-sela memimpin penggrebekan mengungkapkan, sebelum melakukan penggrebekan terlebih dahulu dirinya mendapat laporan dari masyarakat tentang kegiatan maksiat yang sudah meresahkan masyarakat.

Sementara pemilik rumah mesum yang disulap menjadi lokasi biliar Priadi, menjelaskan selama ini ditempat usahanya hanya dijadikan tempat permainan biliar, dan sudah berjalan dua bulan. Meja biliar hanya tiga tapi satunya masih diperbaiki.  “Kegiatan lain tidak ada dan kita tidak pernah ada keributan. Kita tutup pukul 22.00 WIB dan pegawai tidak tinggal di lokasi tapi dikontrakan tempat lain,” kilahnya. (awa)

 

LEAVE A REPLY