Wabup Evaluasi Kinerja Direktur RSUD

0
263

 

RADAR PALEMBANG  -Disaat Bupati OKI, Iskandar SE menunaikan ibadah haji, bukannya para abdi negara menjalankan tugasnya dengan baik. Justru membuat malu Pemerintahan Kabupaten OKI, seperti oknum PNS dan para honorer di Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung yang berulah dengan menggelar pesta sabu dan judi.    Akibatnya ketujuh pegawai tersebut digelandang ke Mapolsek Kota Kayuagung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Pukulan telak” tersebut membuat malu jajaran Pemerintahan Kabupaten OKI, kurangnya pengawasan dari para pimpinan ditenggarai sebagai penyebabnya.

Wakil Bupati OKI, H M Rifai, SE tak tinggal diam atas persoalan ini, dia menegaskan akan mengevaluasi kinerja Direktur RSUD Kayuagung. “Besok kumpulkan para pegawai di RSUD kita gelar rapat disana, dan nanti juga akan membahas kinerja pimpinannya,” ujar Wabup.

RSUD Kayuagung, memang sering menjadi sorotan dalam pelayanan. Namun kali ini diperparah oleh kelakuan para pegawainya yang kedapatan pesta sabu dan judi di ruangan instalasi saran dan prasarana.

Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri, melalui Kabag Tata Usaha, Iskandar Fuad, SSos mengaku lalai terhadap apa yang diperbuat anak buahnya. “Selama ini tidak pernah terjadi hal ini, dan setiap hari ada yang piket tapi tak pernah ditemukan adanya oknum melakukan kegiatan tersebut,” kata Fuad, beberapa hari kemarin di ruang kerja Wakil Bupati saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan.

Sementara itu Kepala BKD OKI, Listiadi Martin, SSos, sangat prihatin dengan kejadian ini, kata dia ini merupakan pukulan bagi RSUD Kayuagung, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepegawaian bila nanti para PNS tersebut telah ditetapkan statusnya tersangka. “Kami tak akan mentolerir hal ini, kami akan usulkan pemecatan ke BKN bila memang statusnya telah jadi tersangka,” kata Listiadi.

Adapun ketujuh pelaku judi dan sabu tersebut yakni Aris Munandar (36) Honorer RSUD, Muhammad Joni (56), juru Parkir RSUD, Yuskandi (40) Honorer RSUD. M Soleh (35) Honorer RSUD. Baharuddin (44) PNS RSUD Kayuagung dan Diding (44) PNS RSUD Kayuagung dan Andre (38) Honorer RSUD Kayuagung

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jajaran Polsek Kayuagung mendapatkan informasi bahwa di gedung Instalasi Sarana dan Prasaran (wokrshop) RSUD Kayuagung kerap dijadikan lokasi perjudian dan sabu-sabu.

Berbekal informasi, petugas melakukan penyelidikan dan penyergapan, sekitar 10 orang anggota Polsek Kayuagung yang dipimpin Kapolsek AKP Padli langsung mendatangi lokasi dan mendobrak pintu ruangan yang posisi tertutup, saat melihat petugas datang, sontak membuat pelaku perjudian ini kalang kabut dan tidak berkutik.

Petugas mendobrak salah satu ruangan yang tertutup, ternyata terdapat dua orang yang tengah asyik secara bergiliran mengkonsumsi sabu-sabu, saat petugas mendobrak pintu bahkan korek api yang digunakan sebagai “kompor” masih dalam keadaan menyala.

Saat diminta untuk menunjukan barang bukti, para pelaku ini tampak gugup  dan beberapa kali BB yang dipegang terlepas.

Selanjutnya, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga paket sabu-sabu, seperangkat alat hisab bong, kartu remi dan uang tunai hasil perjudian serta empat unit sepada motor.

Untuk kepentingan penyidikan barang bukti dan para pelaku diamankan ke Mapolsek Kayuagung untuk dilakukan pengembangan menangkap bandar narkoba di daerah Sangabut Kelurahan Perigi Kayuagung, namun saat petugas datang pelaku sudah keburu kabur. “Saat ini sedang kita lakukan pengembangan, untuk kasus perjudian kita lakukan penyidikan, sedangkan untuk kasus narkoba kita serahkan ke Satres Narkoba.” kata AKP Padli.

Jadi Arena Judi

Lima pegawai RSUD Kayuagung yang tertangkap saat bermain judi di ruangan instalasi sarana dan prasarana RSUD Rabu (24/8) sekitar pukul 15.00 WIB lalu hanya diberikan sanksi peringatan oleh pihak RSUD Kayuagung. Hal ini ditegaskan oleh Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri di Aula RSUD Kayuagung, Jumat (26/8/2016).

Menurut orang nomor satu dirumah sakit tersebut kelima pegawai RSUD yang tertangkap saat bermain judi tersebut salah satunya adalah PNS. “Untuk fanismen yang kemaren ada tiga orang yang nyabu 1 honorer 2 diantaranya PNS untuk yang PNS kita serahkan sepenuhnya kepada Inspektorat sedangkan yang honor kita tunggu proses hukum kalau memang hasilnya positif narkoba terpaksa kita keluarkan karena kita masih melihat asas praduga tidak bersalah,”jelasnya.

Sedangkan untuk yang tertangkap melakukan perjudian kata Dedi, ada lima orang satu diantaranya PNS sisanya honorer dan hukuman yang diberikan pihak rumah sakit terhadap pegawai yang melakukan perjudian tersebut akan diberikan peringatan yang pertama dan yang terakhir. “Karena mereka masalahnya berjudi kita berikan ultimatum berupa peringatan pertama dan terakhir agar mereka jera, sekali lagi mereka melakukan tindakan tersebut mau tidak mau kita rumahkan,”jelasnya.

Menyikapi hal tersebut Anggota DPRD OKI, Solahuddin Djakfar menegaskan, bahwa dirinya meminta pihak rumah sakit untuk memberikan sanksi berat terhadap pegawai yang tertangkap melakukan perjudian dalam artian harus dilakukan pemecatan bagi pegawai honorer untuk yang PNS juga harus diberikan sanksi tegas berupa penundaan kenaikan pangkat. “Yang honor harus dipecat jangan hanya diberikan peringatan karena perbuatan mereka ini sudah mencoreng citra RSUD bahkan pemerintah OKI,”katanya.

Menurut Solahuddin Djakfar pihaknya selaku mitra dari RSUD Kayuagung akan segera memanggil direektur RSUD Kayuagung terkait kejadian tersebut. “ Saat kita sedang melakukan kunjungan kerja setelah ini akan kita panggil direkturnya,”ungkap pria yang akrab disapa Endeh ini. (eml)

LEAVE A REPLY