Usai 17 Agustus, Ponsel Bodong ‘Mati’

0
289

RADAR PALEMBANG – Ponsel saat ini sudah bukan barang mewah lagi, tidak heran hampir setiap orang memiliki ponswl pintar. Namun bagi yang ingin membeli ponswl baru harus berhati hati karena saat ini ponsel blck market (BM) sudah mulai menjamur dikota Palembang.

Rencana pemerintah yang akan memblokir atau ‘mematikan’ peredaran ponsel black market (BM) atau ilegal alias bodong di Indonesia membuat konsumen yang ingin membeli ponsel lebih berhati-hati.

Menurut Henny Aprilia, Store Manager Erafone Palembang Square Mall, konsumen jangan sampai tergiur membeli handphone dengan harga murah meskipun dari ponsel dengan brand ternama.

Karena ponsel dengan harga murah biasanya barang black market atau tidak resmi namun beredar di pasaran,” ujar Henny.

Biasanya ponsel tidak resmi ini tidak memiliki garansi jika ada kerusakan, sehingga ponsel yang dibeli oleh konsumen hanya cukup diatasi di counter saat membeli ponsel. Begitu juga dengan harga yang memiliki perbedaan cukup mencolok, seperti ponsel iPhone X harga resminya dibanderol Rp17,5 juta namun yang tidak resmi bisa dijual hanya Rp14 juta saja.

“Resikonya jika konsumen membeli ponsel tidak resmi maka terhitung 17 Agustus 2019 tidak bisa digunakan, jadi jangan tergiur dengan harga murah, ponsel yang dimiliki sekarang juga harus dicek nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI),” bebernya.

Cara mengecek ponsel yang dimiliki memang terdaftar atau tidak juga cukup mudah, hanya dengan mengklik situs www.kemenperin.go.id/imei.com. Namun sebelumnya, konsumen mengecek IMEI ponsel terlebih dahulu dengan cukup tekan *#06# pada ponsel, setelah mendapatkan nomor IMEI baru mengecek nomor tersebut.

“Kalau ponsel yang dimiliki memang resmi dan terdaftar maka data ponsel seperti tipe ponsel akan muncul tapi jika tidak resmi maka tidak muncul data apapun,” katanya.

Saat ini, Henny memastikan ponsel yang dijual di Erafone memiliki garansi resmi untuk merek ponsel seperti Samsung, iPhone, Xiaomi, Asus, Oppo, Vivo, Nokia, Real me, Huawei.

Maraknya ponsel tidak resmi ini diakuinya juga berimbas pada penjualan ponsel pintar di Erafone yang sedikit tergerus pasalnya konsumen lebih mementingkan harga yang murah.

“Namun sejak adanya berita ini, omset Erafone mulai mengalami peningkatan bisa sekitar 20 persen, karena konsumen sudah mengerti dengan lebih baik membeli ponsel yang bergaransi resmi,” jelasnya. (iam)

 

LEAVE A REPLY