Untung Rp 200 Ribu, Hanya Jual Materai

0
69

RADAR PALEMBANG – BISNIS materai ternyata cukup menggiurkan, tentu saja akan semakin berlipat untung didapat jika posisi usahanya tepat. Banyaknya permintaan materai dalam keseharian, tak lepas dari fungsinya dalam kepengurusan berkas atau dokumen dinilai penting.

Fungsi meterai berdasarkan Pasal 1 Ayat (1) UU No. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai adalah pajak dokumen yang dibebankan oleh negara untuk dokumen-dokumen tertentu. Surat pernyataan atau perjanjian yang tidak dibubuhkan meterai tidak membuat pernyataan atau perjanjian tersebut menjadi tidak sah.

Materai tempel merupakan sarat melakujan transaksi pembayaran dan surat yang sah diakui negara. Dijual bebas dipasaran membuat penjualan materai menjadi ladang bisnis yang cukup menjanjikan.

Distributor atau oenjual matrai tempel dilakukan mukai dari perusahaan sekelas BUMN seperti PT Pos Indonesia sampai ke warung kecil di tingkat desa, senada penggunanya juga mulai dari perusahaan kakap sampai warga sipil. Tak heran banyak warung warung kecil dan usaha kecil seperti percetakan dan tempat foto copy ikut menjual materai tempel.

Bisnis penjualan matrai tempel bagi sebagai pengusaha kecil cukup menjanjikqn, selain barang yang dijual tidak akan rusak penjualannya juga sangat lancar. Perusahaan besar sampai masyarakat biasa, selalu perlu materai utamanya untuk pengurusan surat dan dokumen.

Hal tersebut diakui Surya, pemilik usaha foto copy di kawasan Unsri Bukit Besar. Menurutnya, kebutuhan materai di toko tempat usahanya setiap hari tidak kurang dari 200 lembar materai.

“Saya beli di PT Pos. Untuk matrai 6000, saya jual dengan harga Rp8.000 ada selisih keuntungan sekitar Rp2-3 ribu. Kebanyakan yang cari itu materai 6000 ribu, yang 3 ribu jarang,” katanya.

Menurutnya, kebanyakan orang membeli materai untuk keperluan surat seperti para sales motor dan mobil, pegawai bank dan lainnya. “Sebab saat ini semua dokumen dan surat yang memiliki nilai diatas Rp1 juta wajib menggunakan materai,”ungkap dia.

Senada Wenny, pemilik usaha foto copy di kawasan UIN Raden fatah mengakui hal yang sama, setiap hari matrai menjadi barang yang paling dicari. Setiap hari lebih dari 100 matrai terjual.

Artinya, hanya menjual materai saja, untuk foto copy yang dijalankan Wenny, mendapatkan untung Rp200 ribu, kalau mengambil selisih harga Rp2.000 per lembar materai tempel. Angka ini, sangat beragam, berbeda-beda dengan usaha foto copy lainnya, tergantung lokasi usaha.

Tentunya, ini sangat membantu pelaku usaha dalam meraup untung harian,a hanya dari bisnis materai tempel. “Sangat membantu memberikan untung usaha sebab dari modal bisa dapat untung diatas Rp2 ribu per materai,” katanya. (iam)

LEAVE A REPLY