Unitas Lakukan Sosialisasi GRM Pertama Kali

0
299

 

RADAR PALEMBANG – Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang adalah universitas yang pertama kali di Sumsel yang melakukan sosialisasi gerakan revolusi mental. Bahkan kegiatan ini diikuti oleh semua elemen pendidikan mulai dari mahasiswa sampai pelajar.

Rektor Unitas Palembang, Ki Djoko Siswanto mengatakan, Pergerakan revolusi mental ini sendiri belum di launching secara resmi oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan. Namun pihaknya lebih dulu melakukan pergerakan revolusi mental tersebut. “Ini kan sesuai dengan keinginan pemerintah untuk mewujudkan nawacita tentunya dengan Gerakan Revolusi Mental,” ujarnya kemarin.

Lanjutnya, konsep revolusi mental yang di bahas pemerintah ini sudah sesuai dengan asas yang dimiliki oleh kampus yang dipimpinnya, yakni tertib, bersih dan damai.

Disosialisasikan salah satunya melalui lembaga pendidikan sekolah, karena sekolah menjadi aset yang baik untuk pembentukan generasi bangsa.

“Semua lembaga pendidikan terlibat dalam acara ini mulai dari tingkat SD hingga PT, dosen, guru, pelajar. Untuk guru dan dosen kegiatan di kelas dalam bentuk sosialisasi, sedangkan untuk siswa dikemas dengan perlombaan cipta karya baca puisi. Kami ingin semua elemen pendidikan bisa ikut ambil bagian serta mewujudkan revolusi mental,” tegasnya.

Sebetulnya upaya revolusi mental ini dalam bidang pendidikan sudah berjalan, namun dengan adanya revolusi mental ini menjadikan perubahan dari yang sudah berjalan menjadi lebih baik dan yang tidak tahu menjadi tahu. Meskipun demikian, dorongan yang nyata sangat diperlukan dalam mewujudkannya agar terciptanya kegiatan  yang nyata.

“Contoh kecilnya saja, jika ingin kota ini bersih maka tenaga pendidik tidak bisa hanya memberikan peringatan dan teori saja, tetap siswa harus diajak melakukan pembersihan secara bersamaan agar tumbuh rasa kepedulian dalam jiwanya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemateri seminar sosialisasi revolusi mental, Bambang Fahidin Eka Putra mengatakan, pada dasarnya revolusi mental ini merupakan pengendalian nilai yang sudah ada sebumnya tetapi sudah hampir punah.

Nilai – nilai leluhur tersebut berupa kebangsaan yang sudah diwariskan tersebut meliputi nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

‚ÄúNilai ini mulai tergerus disebabkan kemajuan zaman di era modern ini. Sehingga diperlukannya tahapan mulai orang tua, siswa dan pelayan masyarakat seperti pejabat publik ikut terlibat dalam mewujudkan revolusi mental demi mengembalikan nilai leluhur tersebut,” pungkasnya. (spt)

 

LEAVE A REPLY