Unik, Satu Pelaminan Empat Mempelai

0
316
Prosesi akad nikah yang dilakukan terhadap dua pasang pengantin kembar

RADAR PALEMBANG – Pemandangan berbeda tampak dalam sebuah pernikahan yang terjadi di Desa Trikarya Kecamatan Belitang III Kabupaten OKU Timur. Dimana di atas pelaminan terdapat empat orang mempelai atau dua pasang pengantin. Kedua pasangan ini menikah secara bersamaan pada Ahad 25 Oktober 2020, sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa unik ini menjadi perbincangan hangat karena merupakan peristiwa yang jarang terjadi.

Keempat mempelai tersebut yakni Titin Sumiatun SPd dan Titin Sumiatin SPd keduanya merupakan anak kembar dari tokoh agama dan juga Petugas Penghubung Urusan Keagaam Desa (P2UKD) Desa Tri Karya Ustadz Supomo. Kedua anak kembar tersebut berjodoh dengan Agus prayitno yang berasal dari Lampung Timur dan Destri Maulana syifa dari desa Sidogede Belitang.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Belitang III H Ali Taufiq saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa pernikahan kembar tersebut. Kedua pasang mempelai di waktu bersamaan melakukan akad secara bergantian di depan penghulu.

“Iya, kejadian tersebut memang benar adanya. Saya yang memandu langsung ijab qobul keempat mempelai tersebut dalam waktu yang bersamaan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, dalam situasi pandemi yang belum berakhir ini, seorang penghulu atau Kepala KUA tetap memiliki kewajiban untuk melakukan pencatatan pernikahan. Hal ini tentu saja harus sesuai protokoler kesehatan dan wajib untuk dilaksanakan dengan ketat apabila ingin melangsungkan pernikahan di masa pandemi ini.

“Bahkan kita berhak membatalkan pernikahan jika protokoler kesehatan diabaikan oleh pihak keluarga mempelai. Diantaranya seperti, selama ijab qobul harus menggunakan masker, sarung tangan, menyediakan hand sanitizer serta perlengkapan lainnya. Dan jika pernikahan dilaksanakan di rumah mempelai maka pihak keluarga harus berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 kecamatan,” pungkasnya. (awa)

 

LEAVE A REPLY