Ukir Meja Lebih Sulit dari Lemari

0
1056

 

 

 

RADAR PALEMBANG  – Dengan kreasi tinggi usaha meja ukir ternyata mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah perbulan.

“Usaha membuat meja ukir dari kayu tembesu lumayan susah, namun karena dikerjakan dengan hati yang senang usaha ini ternyata menjanjikan,” terang Pengrajin Meja Ukir Kayu Tembesuh Kota Kayuagung OKI, Sri Wahadin.

Membuat ukiran lemari itu biasa, dan banyak dijuaal, tetapi untuk ukiran meja yang terbuat dari kayu, saat ini masih langka. Sebab bukan hanya prosesnya yang susah namun perlu kreasi tinggi dan kesabaran. “Supaya meja itu tampil lebih indah dan klasik,” terangnya.

Pembuatan usaha meja ukir berbahan kayu tembesu yang dibeli dari Palembang ini, diantar ke Kayuagung OKI. Pembuatan meja ukir ini membutuhkan waktu hingga sepekan.

Uniknya, meja ini mempunyai nilai seni tinggi dan klasik. Apalagi kayu yang digunakan adalah kayu berkualitas bagus, yakni kayu tembesu yang dikenal tidak mudah rapuh. Apalagi usaha meja ukir ini tidak ada saingan, karena kebanyakan pengrajin lain hanya membuat ukiran lemari saja,” bebernya.

Harga meja ini mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per unit, tergantung ukuran meja dan pesanan pelanggan. “Harga kami murah dibandingkan dengan harga di pasar, sebab kami tidak sewa tempat/ruko. Alhamdulilah pak, dalam sebulan mendapatkan keuntungan Rp5 – 10 juta minimal bersih, setelah dipotong biaya operasional dan biaya karyawan,” ujarnya.

Lokasi kerajinannya ini, terletak di kediamannya sendiri. “Rumah kami terletak di pinggir jalan, menjadi anugerah tersendiri bagi kami terutama masalah sewa toko/ruko yang saat ini sangat mahal,” katanya.

Saat ini, keberadaan kayu tembesu mulai langka. Ini menjadi salah satu kendala yang mengkhawatirkan Sri untuk kelangsungan bisnisnya. “Harapan kami agar usaha ini mendapatkan perhatian pemerintah sehingga dapat terus berkembang,” jelasnya. (eml)

LEAVE A REPLY