Tren Bersepeda di Kota Palembang (Bagian 4)

0
195
Pimpinan Cabang Bank BRI Palembang A Rivai, R Mochamad Yogiprayogi bersama sepedanya

Pernah Gowes dari Palembang ke Tanjung Api-Api Berjarak 75 Km

Oleh : David Karnain Pahlefi 

Selama menekuni olahraga ini, pernah merasakan pengalaman tak mengenakkan. Contohnya, pernah cedera patah tulang rusuk dan harus recovery selama tiga bulan. Pengalaman Pimpinan Cabang Bank BRI Palembang A Rivai, R Mochamad Yogiprayogi dengan hobi sepedanya.

Perbincangan dengan Yogi berlangsung santai. Dia mengajak wartawan koran ini nongkrong di salah satu rumah makan khas Jepang di Palembang. Di situ, Yogi mengatakan jika dirinya sudah sejak lama menyukai olahraga sepeda.

Gayung bersambut di Bank BRI yang punya Program Work Life Balance. Dimana antara hidup dan pekerjaan harus seimbang. Salah satunya, dengan bergabung dalam komunitas.

Ada banyak komunitas dia ikuti, seperti sepeda, badminton, futsal dan lainnya. “Saya cenderung ke sepeda dan saya ketua BRI Cyling Community,” ucap dia.

Dikatakan, tidak ada spesifik jenis sepeda dan komunitas yang diikuti. Semua menyesuaikan mulai dari sepeda lipat, downhill, cross country, city cycling. Sebab pada dasarnya semua jenis olahraga gowes sama yang menghadirkan sensasi berbeda.

“Ya kalau mau santai bisa city cycling atau yang menantang bisa downhill. Tentu ini berbeda medan dan sensasi,” katanya.

Biasanya, sambung dia, dirinya rutin gowes pada akhir pekan atau pada waktu senggang. Seperti waktu tugas di Jakarta dirinya tinggal kawasan Fatmawati yang Deket stadion Gelora Bung Karno (GBK) sehingga sering gowes di kawasan dalam GBK. begitu ketika di Depok dirinya sering gowes di dalam kawasan Universitas Indonesia.

Selama gowes, sambung Yogi, ada beberapa pengalaman gowes yang tidak terlupakan. Seperti saat dirinya gowes di Bambu Land Klagon Jogjakarta. Medan yang terjal menantang. Di sana ada tiga  tracking.

“Kami naik pick up bareng pegowes lain. Terus di satu titik turun menggunakan sepeda dengan Medan terjal. Begitu sampai naik pick up lagi sampai tiga kali. Sangat memacu adrenalin tapi di situ tantangannya,” ujarnya.

Kata dia, dirinya pernah jatuh sampai dua kali. Namun tidak sakit sebab kontur tanahnya lembut dan tidak berbatu. Sedangkan di Palembang, dirinya pernah gowes dari Palembang ke Tanjung Api-Api dengan jarak 75 km.

Bahkan,  Yogi pernah jatuh dan patah tulang rusuk sehingga perlu recovery tiga bulan. Lantaran dirinya menggunakan sepeda teman dan ternyata sepedanya tersebut berbeda dengan sepeda yang biasa dia digunakan.

“Walau cedera saya tetap menyukai olahraga ini  karena bisa menghilangkan stres setelah sibuk bekerja,” ujarnya.

Selain itu, tentu dengan gowes menjaga kualitas tubuh. “Selama pandemi saya tetap rutin gowes, namun dengan jumlah yang terbatas, meski ujung-ujungnya ya tetap ketemu sama pegowes lainnya,” ujar dia. (……habis) 

 

 

LEAVE A REPLY