Tren Bersepeda di Kota Palembang (Bagian 3)

0
195
Pimpinan Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Utama Kapten A Rivai, Faizal Fachrurrozi

Brompton di Rumah, Pajang Alex Moulton di Ruang Kerja

 Oleh : David Karnain Pahlefi 

DITEMUI di ruang kerjanya di lantai, seperti biasa Pimpinan Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Utama Kapten A Rivai, Faizal Fachrurrozi ramah menyapa wartawan Radar Palembang saat berkunjung, akhir pekan lalu, Jumat (24/7) siang.

Ketika memasuki ruang tersebut, akan ada satu unit sepeda yang selalu pria akrab disapa Ncol ini terpajang rapi di dekat pintu masuk. Menariknya, kali ini sepeda yang terpajang sudah berbeda.

Jika sebelum pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19 melanda, sekitar awal Februari 2020 saat wartawan mengunjungi ruang kerjanya, ada unit sepeda merek Brompton, kini yang dipajang berbeda mereknya.

Ketika ditanya kemana unit Brompton-nya, dirinya mengatakan, ada di rumah. Nah, yang terpajang gagah di ruang kerja Faizal Fachrurrozi satu unit sepeda yang sama pabrikan asalnya Brompton, di Inggris yakni Alex Moulton.

Terkait awal mula suka dengan bersepeda, ia mengakui sejak 2018 lalu, namun melihat yang terjadi di 2019, tren peminat bersepeda mulai banyak, apalagi di Bank Sumsel Babel ada komunitas bersepeda juga karena ada beberapa karyawan ternyata juga hobi bersepeda.

Bersepeda, menurutnya, seorang mudah mengatur waktu, dimana paling jauh akan menempuh jarak 20 kilometer, dan itu kalau mulai sejak pagi hari, pukul 6 pagi, paling jam 9 paginya sudah selesai. Kalaupun, akui dia, selama perjalanan banyak istirahat atau hanya untuk makan di pinggir jalan, paling lama hanya akan memakan waktu selesai hingga pukul 10.00 WIB.

Nah, bersepeda yang dipilih Ncol, ialah olahraga guna kebugaran tubuh, mengingat saat ini banyak tren bersepeda dimana banyak dimanfaatkan untuk nongkrong, atau sekedar selfie di spot foto yang bagus.

Di kantornya jalan Kapten A Rivai, di depan kantor gubernur Sumsel, Ncol, sapaan akrabnya membikin komunitas sepeda di lingkungan cabang A. Rivai dengan nama komunitas BSB 140. Menurutnya, di Bank Sumsel Babel ini memang ada komunitas bersepeda, baik di kantor pusat maupun kantor cabang, seperti di Cabang A Rivai, wadah karyawan kita.

Diceritakan Faisal, keberadaan komunitas ini baru ada sejak satu tahun lalu. Tepatnya saat dirinya dipercaya menjadi pinca. “Saya kepikiran untuk merangkul karyawan dan sharing dengan santai, makanya lewat gowes,” katanya.

Ia menambahkan, BSB 140 (kode cabang) sering gowes pada weekend atau pada off. Namun pernah juga night ride. Rute palingan seputaran kota Palembang saja seperti Jakabaring, Ampera, Musi IV, Jakabaring, Plaju dan kawasan lainnya.  “Tapi sejak adanya pademi ini kami mengurangi, meski kami tetap gowes dengan jumlah peserta yang agak dibatasi sesuai anjuran pemerintah.”

Dikatakan Ncol, gowes ini memang terbilang baru, makanya pengalaman untuk gowes tidak terlalu banyak. Begitupun jenis sepeda yang digunakan sepeda lipat yang simpel karena bisa dilipat dan dimasukan di dalam koper atau bisa pula di jinjing. Untuk rute pun tidak terlalu panjang. Paling jauh itu gowes sama di Bangka. “Naik pesawat ke sana, setelah sampai gowes muter muter disana,” ucap dia.

Ia menambahkan, gowes bareng ini sebenarnya bukan hanya penting untuk kesehatan tetapi juga meningkatkan kinerja para karyawan. Disini mereka bisa rileks setelah sibuk bekerja, bisa juga sharing dan bagi pengalaman, ilmu dan motivasi berbagai hal mulai dari hobi sepeda sendiri hingga pekerjaan.

“Kadangkan, kalau di kantor sudah terlalu capek, mereka (pekerja, read) kadang ada masalah tidak mau terbuka. Nah, lewat gowes bareng ini mereka bisa lebih santai dan akrab serta terjalin silahurahmi,”paparnya.

Kedepan, masih kata dia, pihaknya berencana untuk melakukan gowes bareng lagi dengan rute yang agak panjang. Namun karena terkendala pademi ini tertunda. “Kami sebenarnya ada rencana mau ke Batam setelah itu menyeberang ke Singapura, tapi harus tertunda karena kondisi saat ini.”

Sebelumnya, sambung dia, dirinya menekuni olahraga golf dan jogging. Namun karena olahraga golf ketika menekuninya memakan waktu dari pagi sampai sore, makanya dirinya menekuni gowes yang bisa dilakukan kapan saja. Tidak hanya weekend atau bareng komunitas.

“Saya juga suka golf, kalau olahraga itu memakan waktu, nggak bisa setengah hari, golf bisa memakan waktu seharian. Berbeda jika kita memilih bersepeda, sama-sama hanya cari keringet, tapi kalau capek berenti atau langsung pulang dan masih sempat untuk kondangan,”kata dia.

Selain itu, dirinya juga suka olahraga jogging, dimana masih sering namun sudah tidak rutin lagi. “Dulu kalau jogging itu bisa sampai 10 km, tapi sekarang bertambah usia maka sudah sangat turun . ya paling dua atau tiga kilometer saja saja. Dan lokasi jogging di sekitaran kantor saja (BSB A Rivai,read), biasanya di halaman kantor gubernur Sumsel,”ungkap dia.

Tak hanya sehat menyehatkan, bersepeda juga rahasia efektif membantu dalam merealisasi target pemasaran perusahaan.  Menurut Faizal, kita harus ikut komunitas, apapun itu namanya. “Kalau saya ikut komunitas sepeda di Palembang,”jelas dia. Jadi, sambung dia, kadang kala kalau malam hari komunitas sepeda yang saya ikuti berkumpul, ya saya harus ikut juga. “Karena di komunitas itu banyak orang dari berbagai latar belakang, selain juga sehat ikut bersepeda.”

Baca Juga : Tren Bersepeda di Kota Palembang  (Bagian 2)

Karena, lanjut dia, sebagai kepala cabang, saya tidak bisa hanya dikantor saja, karena kalau di kantor saja maka saya nggak kan dapat nasabah, saya harus keluar ikut komunitas. Pria yang juga suka bermain golf ini juga mengungkapkan, tak membatasi pergaulannya, dimana dirinya bisa masuk ke komunitas apa saja. “Selain memasarkan produk Bank Sumsel Babel, komunitas itu juga menjalin silaturahmi, menambah pertemanan,”jelas dia.

Faizal sendiri, dipercaya memimpin cabang utama Palembang Kapten A Rivai sejak pertengahan tahun 2019 lalu. Sebelumnya, dirinya menjabat di cabang utama Palembang Atmo. “Dipercaya memimpin cabang utama Kapten A Rivai sejak 6 bulan, sekitar Juli 2019. Sebelumnya saya memimpin cabang utama Palembang Atmo,”jelas Faizal.

Meski sama-sama berstatus cabang utama, ternyata Palembang Arivai dan Palembang Atmo ada perbedaan. Menurut Faizal, dari sisi target dan cakupan kerja sudah pasti berbeda. Ia menambahkan, kalau bicara (cabang utama,red) A Rivai maka itu akan bicara secara keseluruhan (target dan capaian bisnis,red) Sumatera Selatan. Sedangkan, lanjut dia, untuk Palembang Atmo itu bicara tentang kinerja di Palembang.

Saat ini, Cabang Utama Palembang A Rivai membawahi 4 kantor cabang pembantu dan 7 kantor kas. “Wilayah kerja Cabang Palembang A Rivai hampir di semua wilayah Palembang, dimana setiap capem (cabang pembantu,red) membawahi 2 hingga 3 kecamatan,”ujar Faizal. (bersambung…..)

 

LEAVE A REPLY