Tren Bersepeda di Kota Palembang  (Bagian 2)

0
326
Komunitas Pegowes 46Cyclist

Rencana Sepedaan di Pagaralam, 40 Km Ditempuh 2-3 Jam

Oleh : David Karnain Pahlefi

DITENGAH kesibukan sebagai Pemimpin BNI Wilayah Palembang, yang membawahi 5 provinsi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Babel dan Jambi, Dodi Widjajanto ternyata sudah menjajal jalanan kota Palembang dengan hanya bersepeda santai bersama teman-teman di Pegowes 46Cyclist.

Olahraga bersepeda tak bisa lepas dari aktivitas, Dodi Widjajanto seperti diungkapkannya kepada Harian Radar Palembang. Dia rutin gowes setiap minggu di kota pempek. Namun, jauh sebelum itu, beberapa daerah sudah dijajakinya dengan sepeda kesayangan. Namun, masih ada keinginan yang ingin diwujukan Dodi, ditengah tugas kesehariannya sebagai seorang kepala wilayah bank BUMN di Palembang ini.

Baca Juga : Tren Bersepeda di Kota Palembang (Bagian 1)

Sebelum itu, mari mengenal lebih dekat dengan Dodi Widjajanto dan bersepeda sebagai hobi hingga pengalamannya. “Kalau saya mulai sepeda atau gowes-nya sudah lama. Sejak kuliah dulu sekitar 1986-1988,” katanya. Memang, pada saat itu dia tidak rutin dan serius, hanya sekadar refreshing, karena tidak serius, sempat vacum.

Lalu, saat dia bertugas di Singapura. Tepatnya pada 2007-2009, Dodi mulai kembali akrab dengan sepeda. Dia mulai  sering gowes untuk olahraga dan refreshing. Di sana, tempat yang paling sering dikunjungi adalah di East Coast (agak dekat ke arah Changi Airport). “Karena waktu itu saya tinggal dekat situ di Upper East Cost Road,” bebernya.

Setelah kembali di Jakarta, dia lalu jarang gowes lagi. Sibuk. Tapi, setelah dia kembali bertugas ke Hongkong pada 2011 hingga 2014. Kegiatan itu kembali dijalankan. “Gowes-nya bersama teman-teman BUMN yang ada di Hong Kong dan teman-teman saya orang Hong Kong,” bebernya. Dodi sempat jarang lagi bersepeda saat periode kedua bertugas di Hong Kong. Itu karena waktu yang terbatas.

Di Hong Kong dia sering gowes dari City Gate/Tung Chung ke Disneyland Hong Kong. Saat itu, dia bersama rekan gowes menyusuri jalur lambat di pinggir highway/jalan tol ke Airport Hong Kong. Jalan di situ dinilainya sangat bagus.

“Pernah juga saya pas di Hong Kong  gowes dari Victoria Park di Causeway Bay ke arah The Peak lewat Mid Level,” bebernya. The Peak ini daerah perbukitan paling tinggi di Hong Kong jadi jalannya naik terus. Bahkan, dia hampir tidak kuat. “Alhamdulillah sampai juga di The Peak Hong Kong, daerah paling tinggi jadi puas dan bangga juga rasanya,” bebernya.

Lalu bagaimana selama bertugas di kanwil Palembang? Dodi menyebutkan dirinya sudah banyak menggunjungi lokasi-lokasi di kota ini, hanya dengan bersepeda. Menurut dia, untuk bersepeda, masih di dalam kota, Palembang, sedangkan luar kota Palembang belum pernah.

Ia menambahkan, Palembang, untuk dalam kota, sudah hampir semua (area wisata dikunjungi,read), sudah muter-muter (keliling,read), terakhir muter (bersepeda,read) kita hampir 40 kilometer, titiknya antara lain, bandara (SMB II,read),Jakabaring  dan lainnya. Itu, kata Dodi, sepedaan dari pagi, sampai sebelum siang (12.00 Wib,read) sudah selesai, 2 hingga 3 jam cukup olahraganya.

Rencana kedepan, apalagi, selama pandemi Covid 19, aktivitas bersepeda sempat terkendala, dan kini sudah dibuka kembali PSBB meski dengan menerapkan standar protokol kesehatan, dirinya ingin kembali bersepeda bersama komunitas sepeda di BNI, yakni Pegowes 46Cyclist.

Kali ini yang menjadi target Dodi, yakni Kota Pagaralam. “Rencananya mau sepedaan di Pagaralam, sepeda kita bawa (gunakan mobil,read) ke Pagaralam, disana kita bersepeda,”jelas dia. Mengenai waktu, dirinya masih mengusahakan kegiatan tersebut terlaksana bersama teman-teman.

Apalagi, rencana bersepeda ke Pagaralam, sudah diimpikan sejak tahun lalu, dan diawal tahun adanya pandemi Covid 19. Menurut Dodi, sudah ada rencana sepedaan di Pagaralam dari 1 tahun lalu, karena kesibukan jadi kegiatannya masih tertunda, kita akan usahakan.

Itulah pengalaman bersepeda, lalu sebagai orang hobi mengkayuh sepeda, dirinya berbagi adanya manfaat olahraga tersebut. “Merupakan kegiatan untuk kita berolahraga, sekaligus meningkatkan keakraban kita antar kawan-kawan di BNI, juga sarana rekreasi, sarana meningkatakan kesehatan,”jelas dia.

Selain itu, lanjut Dodi, juga merupakan sarana menngakrabkan satu sama lain, sepeda merupakan olahraga tak sulit dimana hampir semua orang bisa naik sepeda, peralatan relatif terjangkau, murah, sedang, mahal dan sangat mahal, ada semua pilihannya.

“Saya pada dasarnya senang olahraga supaya tetap sehat dan fit, dulu saya senang Tennis, terus coba Golf dan juga masih tetap senang gowes,” bebernya. Memang, baginya olahraga memiliki manfaat positif. Terutama menyehatkan dan menyenangkan.

Namun, menurutnya, bersepeda memiliki kelebihan dibanding olahraga lain. Karena bisa rekreasi  dan refreshing. Apalagi, olahraga ini relatif mudah dilakukan dan relatif terjangkau biayanya jadi komunitasnya juga sangat banyak. Selain itu, gowes juga dinilainya aman untuk semua umur.

Maklum, ada beberapa olahraga yang tak sesuai atau tidak aman untuk orang umur tertentu atau kondisi tertentu. “Contoh misalnya untuk usia yang tak muda lagi kalau olahraganya terlalu banyak larinya mungkin berisiko untuk jantung,” bebernya.

Manfaat lainnya, gowes juga bisa menambah teman dan relasi.  Di Palembag, Dodi bisa gowes sama teman-teman kantor & juga komunitas sepeda. “Saya biasanya gowes didalam kota saja on road karena praktis dan juga waktunya relatif singkat,” ujarnya.

Dodi kerap kali mengikuti Fun Bike event saja untuk sekadar memeriahkan acara ulang tahun institusi atau perayaan ceremony tertentu. “Terakhir saya ikut Jamselinas Ke-9 di Palembang karena kebetulan BNI jadi sponsor utama,” ujarnya.

Hanya, selama pandemi Covid-19, Dodi setop gowes. Dia hanya olahraga treadmill di rumah karena khawatir dgn Covid-19. “Jadi sudah tiga bulan saya tidak gowes,” ujarnya. Dia menyiapkan banyak hal  untuk gowes masa pandemik Covid-19 ini selain perlengkapan standar gowes seperti helm, sarung tangan, dan lainnya. “Mulai sekarang harus ditambah masker,” bebernya.

Sebelunya dia sering memakai buff untuk pelindung dari debu jalan. Hanya, kali in  ditambah bawa hand soap kecil untuk cuci tangan, hand sanitizer dan tentunya juga kita buat grup yang tidak terlalu besar waktu gowes supaya tidak terlalu ramai dan tetap ada physical distancing.

“Kita tetap harus ikuti pedoman Covid-19 dalam semua aktivitas kita termasuk dalam berolahraga sebagai bentuk dukungan dan partisipasi kita semua sebagai anggota masyarakat dalam penanggulangan Covid-19 ini,” ujarnya.

Buka hanya mengejar sehat apalagi gaya hidup sebagai pegowes, Dodi Widjajanto, Pemimpin BNI Wilayah Palembang mengungkapkan ada yang lebih penting dari olahraga bersepeda, apalagi bersama teman-teman. Yakni, sarana rekreasi, sarana menngakrabkan satu sama lain dan pilihan terjangkau bagi semua orang. (bersambung………….)

 

 

LEAVE A REPLY