Transaksi Saham Naik 3 Kali Lipat

0
83
Kepala BEI Kantor Perwakilan Sumatera Selatan, Hari Mulyono

RADAR PALEMBANG – Wabah pandemik Covid19 sepanjang 2020 tak menyurutkan laju cepat transaksi saham di pasar modal. Untuk di Sumatera Selatan, tercatat transaksi mencapai Rp 51,2 triliun. Jumlah diatas mengalami naik lebih dari 3 kali lipat dibandingkan capaian sepanjang 2019 lalu. Di tahun 2019, transaksi saham di Sumatera Selatan tercatat mencapai Rp 17,4 triliun.

Kepala BEI Kantor Perwakilan Sumatera Selatan, Hari Mulyono mengatakan terkait nilai transaksi, juga terjadi penguatan nilai transaksi yang signifikan seiring meningkatnya SID aktif dan pertumbuhan SID. Tercatat, sambung Hari, yaitu mencapai Rp51 triliun, jauh menguat daripada tahun 2019 yang sebesar Rp14 triliun. “Banyak catatan menarik di tahun 2020, khususnya investor di pasar saham yang naik 211,4 persen atau tumbuh 12,598 SID baru.”

Sementara pada tahun 2019 mencapai 5.959 SID. “Pandemi menimbulkan keterbatasan dalam beraktivitas termasuk kegiatan berusaha, sehingga pilihan yang paling memungkinkan terkait pembatasan aktivitas adalah beraktivitas di pasar modal khususnya saham, yang dapat dilakukan dari mana saja,”kata Hari. Hari bilang, kebanyakan investor memiliki inisiatif mempertahankan pendapatan, kebutuhan untuk menumbuhkan dana yang ada, termasuk kepentingan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan investasi dan dana masa mendatang.

“Pasar saham dapat dikatakan merupakan salah satu aktivitas keuangan yang tidak terhenti pada saat awal-awal pandemi hingga saat ini dan ini pertumbuhan yang baik,”jelas Hari.  Dari data yang dihimpun Radar Palembang, transaksi pasar saham tahun 2020 tertinggi dilakukan di bulan November dan Desember yang mencapai Rp 20,1 triliun atau masing-masing Rp 8 triliun dan Rp 12,1 triliun.

Kota Palembang memiliki dominasi transaksi yang mencapai Rp 18,7 triliun pada dua bulan terakhir tahun 2020. Sementara, investor di pasar saham di Palembang mencapai 7.386 SID baru dari total tahun 2020 12.598 SID baru. (dav)

 

LEAVE A REPLY