TP Subsektor Perkebunan Naik 2,82 Persen

0
85
KOORDINATOR Fungsi Produksi BPS Sumsel, Irwanto didampingi Kordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik di kantornya, saat press rilis ke media via streaming YouTube, Senin (1/3).

RADAR PALEMBANG – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Februari 2021 tercatat sebesar 102,03 atau naik sebesar 2,02 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Kordinator Fungsi Produksi BPS Sumsel, Irwanto didampingi Kordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik di kantornya, via streaming YouTube, Senin (1/3).

“Kenaikan NTP ini dipengaruhi Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 1,92 persen, sedangkan rata-rata Indeks yang Dibayarkan Petani (Ib) hanya mengalami penurunan sebesar 0,10 persen,”jelas dia.

Kenaikan NTP Februari 2021 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada subsektor Tanaman Pangan yang naik sebesar 0,15 persen, Perkebunan 2,82 persen, Perikanan secara Umum 0,94 persen, Perikanan Tangkap 1,43 persen dan Perikanan Budidaya 0,23 persen.

Sedangkan, kata dia, subsektor lain yang mengalami penurunan yaitu Tanaman Hortikultura sebesar 1,76 persen dan Peternakan 0,31 persen.

Pada Februari 2021, di Sumatera Selatan terjadi deflasi perdesaan sebesar 0,17 persen yang disebabkan oleh turunnya rata-rata harga indeks di kelompok pengeluaran.

Seperti, Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau turun sebesar 0,33 persen, Pakaian dan Alas Kaki 0,06 persen dan Perumahan, Air, Listrik dan Bahan bakar rumah Tangga 0,07 persen.

Sedangkan kelompok lain yang mengalami kenaikan yaitu Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 0,31 persen, kesehatan 0,25 persen, Transportasi 0,06 persen, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran 0,25 persen dan Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya 0,28 persen.

Sedangkan untuk kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan, Rekreasi, Olahraga dan Budaya dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

“Pada Februari 2021 terjadi kenaikan NTUP sebesar 1,75 persen. Hal ini terjadi karena rata-rata It mengalami  kenaikan sebesar 1,92 persen, sedangkan rata-rata harga indeks BPPBM turun sebesar 0,10 persen,”jelas dia.

Naiknya NTUP disebabkan oleh naiknya NTUP di subsektor Perkebunan sebesar 2,585 persen, Perikanan secara Umum 0,80 persen dan Perikanan Tangkap 1,37 persen.

“Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan yaitu Tanaman Pangan sebesar 0,14 persen, Hortikultura 2,00 persen, Peternakan 0,53 persen dan Perikanan Budidaya 0,01 persen,”ujar dia. (dav)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY