TNI -Santri Gelar Salat Istisqa

0
460

Danrem Puji Kinerja APP Sinar Mas Dalam Memadamkan Api

RADAR PALEMBANG– Anggota TNI bersama ratusan santri dari Pondok Pesantren Aulia Cendikia, Talang Jambe, Palembang, menggelar salat istisqa, Selasa (15/10), agar wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dapat diguyur hujan. Hal ini dilakukan setelah beberapa hari terakhir ‘Bumi Sriwijaya’ diselimuti kabut asap yang pekat.

Komandan Korem 044 Garuda Dempo, Kol Arhanud Sonny Septiono, mengatakan salat istisqa bertujuan untuk berdoa memohon turun hujan sehingga dapat segera menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel.

“Harapan kita bisa turun hujan di Sumsel, terutama di kawasan yang banyak titik api. Seluruh jajaran Kodim dan Koramil Garuda Dempo, juga melaksanakan salat Istisqa ini,” katanya, Selasa (15/10).

Menurutnya, sudah sekitar 15 hari terakhir wilayah Sumsel tidak dibasahi hujan. Hal itu membuat kondisi kabut asap akibat karhutla semakin pekat. Terlebih dari seluruh daerah di Sumatera, hanya Sumsel saja yang belum diguyur hujan.

Tak hanya itu, Korem 044/Gapo yang juga ditunjuk sebagai kepala satgas karhutla Sumsel bersama para tim terus berupaya sampai hari ini untuk memadamkan api.
“Kita sudah berusaha sesuai kemampuan kita, sampai hari ini anggota masih di lapangan, terdiri dari anggota BPBD Sumsel, TNI, manggala agni, hingga warga turut memadamkan api tanpa libur,” katanya.

Sonny bilang, para perusahaan perkebunan di Sumsel juga turut membantu dalam penanganan karhutla ini, salah satunya APP Sinar Mas dan mitranya. Menurutnya, korporasi ini sangat membantu dalam penyediaan alat pemadam kebakaran dan Regu Pencegah Kebakaran (RPK) yang turun ke lapangan.

“Sinar Mas aktif membantu, seperti di Kabupaten Musi Banyuasin ada sekitar 50 unit alat berat yang dibantu, termasuk bantuan lima unit helikopter untuk mengangkut personel dan water bombing. Sinar Mas juga turut membantu pemadaman kebakaran di luar konsesi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Satgas Karhutla sekaligus Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah meminta agar perusahaan yang belum berkontribusi dalam pencegahan karhutla, bisa segera ikut serta dalam pemadaman. Termasuk kemampuan mandiri memadamkan kebakaran di areal dan luar konsesi.

“Ada lebih dari 11.000 anggota satgas yang turun ke lapangan untuk memadamkan, diantaranya 1.521 anggota Satgas Karhutla, 2.300 anggota TNI, 700 anggota kepolisian dan BPBD Sumsel. Bahkan warga dan perusahaan setempat sangat membantu memadamkan kebakaran,” katanya. (rel/sep)

LEAVE A REPLY