Tiongkok Tertarik Impor CPO – Durian Sumsel

0
261

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG, RP- Kunjungan beberapa hari di Sumatera Selatan dan Palembang pada umumnya memberikan dampak positif bagi iklim investasi ataupun perekonomian. Bahkan, Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok untuk Indonesia wilayah Sumatera Sun Ang menyatakan keteratarikannya pada sektor Crude Palm Oil (CPO) atau kelapa sawit dan buah durian.

Apalagi kebutuhan yang meningkat belum sepenuhnya terpenuhi dari produsen yang ada selama ini. “Ke depan akan makin banyak perusahaan yang akan berinvestasi di Sumsel dan Palembang pada umumnya. Untuk itu, kita akan membicarakan hal ini ke Gubernur Sumsel berikutnya, termasuk potensi ekonomi apa saja yang bisa dilakukan kerjasama dengan pengusaha dari Tiongkok,”kata Sun Ang melalui penterjemah, Armin usai memberikan kuliah umum di Universitas Bina Darma (UBD), kemarin (3/9) siang.

Menurut Sun Ang, selama ini investor Cina sudah ada yang menginvestasikan usahanya di Palembang pertama China Harbour Engineering yang membantu pembangunan proyek LRT untuk rel dan deponya serta PT Shenhua GH EMM Indonesia yang berhasil membangun pembangkit listrik tenaga uap dari batubara berkalori rendah di Muara Enim. Sehingga masyarakat di Muara Enim, Prabumulih dan sekitarnya bisa menikmati aliran listrik. “Kedepan akan lebih banyak,”terangnya.

Sun Ang, mengakui antara Indonesia dan Tiongkok memiliki peluang ekonomi yang sama untuk saling melengkapi. Seperti di Sumsel ini yang merupakan salah satu provinsi penghasil CPO yang cukup tinggi di Indonesia. Sedangkan di sisi lain, sekitar 1,3 miliar orang yang ada Tiongkok punya keinginan dan minat untuk menggunakan CPO atau minyak kelapa sawit.

“Saat ini kita tidak bisa menghasilkan CPO, sedangkan kebutuhan kita sangat tinggi. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kita akan mengimpor dari negara lain. Salah satunya Indonesia dan Sumsel pada khususnya. Secara ekonomi, bila impor ini terjadi, tentunya akan meningkatkan perekonomian di Indonesia khususnya Sumatera Selatan,” bebernya.

Selain itu, dari beberapa kali kunjungannya ke Palembang, dirinya juga banyak mencicipi buah khas yang ada salah satunya Durian yang dianggapnya paling enak dan manis yang pernah dicicipinya.

“Warga Tiongkok banyak yang suka dengan durian, kebanyakan kita impor dari negara ASEAN seperti Thailand dan Malaysia. Tapi setelah saya makan yang Indoensia punya khususnya durian Palembang citarasa yang dihasilkan benar-benar berkesan,” ungkapnya.

Untuk itu, usai Asian Games ini, dirinya akan mencoba menjajaki kerjasama pengiriman durian dari Sumsel ini ke Tiongkok dengan menggandeng perusahan dari Tiongkok dan pemerintah Indonesia dan Sumsel.

“Saya berharap, ke depan banyak durian dari Palembang di Tiongkok. Jadi ketika saya ingin makan durian Palembang, saya tidak perlu jauh-jauh ke Palembang tapi di Tiongkok sudah ada,” ulasnya.

Tokoh Masyarakat Tionghoa Sumsel, Pauzi Thamrin mengungkapkan, sebenarnya ini kesempatan yang sangat baik dan harus dimanfaatkan oleh semua kalangan pengusaha dan pemerintah untuk mewujudkan kerjasaam antara Tiongkok dan Indonesia serta Sumsel khususnya. Apalagi, potensi yang ada ini sudah menjadi perhatian serius dari pemerintah Tiongkok.

“Kapan lagi dan harus secepatnya direalisasikan. Sehingga pasar dari kelapa sawit dan durian dari Sumsel ini semakin besar terutama di Tiongkok. Apalagi, pasar yang besar dengan penduduk yang banyak, merupakan perpaduan yang sangat baik dalam hal ekonomi. Semoga keinginan ini bisa terealisasi dengan segera,” pungkasnya.(sep) 

 

LEAVE A REPLY