Tim Devi “Coba Tiru” Pilkada OI

0
76
Riasan Syahri, kuasa hukum Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi mendatangi Bawaslu Kabupaten PALI,

RADAR PALEMBANG – Kuasa hukum pasangan calon Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi, sepertinya mencoba meniru yang dilakukan di pilkada Kabupaten Ogan Ilir, yang akhirnya memutuskan diskualifikasi salah satu pasangan calon. Kuasa hukum Devi melaporkan dugaan pelanggaran pilkada yang dilakukan paslon Heri Amalindo-Soemarjono ke Bawaslu PALI.

Riasan Syahri, kuasa hukum Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (15/10). “Kami melaporkan dugaan pelanggaran terstruktur sistematis dan masif atau TSM yang dilakukan oleh pasangan nomor urut 02,” ungkap Riasan.

Menurut Riasan, dugaan pelanggaran itu dilakukan dimulai sebelum paslon tersebut ditetapkan sebagai pasangan calon. “Dan ini merupakan rangkaian kegiatan yang memang sengaja untuk menguntungkan paslon tersebut,” bebernya.

Dikatakan, ada beberapa item yang dilaporkan diduga pelanggaran TSM yang dilakukan paslon nomor urut 02.

“Memang pada 6 Oktober, H Heri Amalindo sudah mulai cuti tetapi sehari sebelumnya, yang bersangkutan mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan paslon tersebut. Sehingga atas dasar itu kami anggap pelanggaran dan menjadi salah satu bahan kami melapor,” jabarnya.

Lalu, lanjut Riasan, paslon nomor urut 02 dan tim kampanyenya memasang poster atau tulisan yang berisikan ucapan terimakasih kepada H Heri Amalindo yang isinya ‘rumah kami sudah dibedah, kami siap mendukung dua periode’ ada gambar dan nama paslon nomor urut dua bersama jargon Hero dan parpol pengusung.

“Padahal pembangunan bedah rumah itu merupakan program pemerintah melalui instansi Dinas Perkim, sehingga jelas dugaan kita pasangan nomor urut 02 memanfaatkan bantuan pemerintah,” imbuhnya.

Yang ketiga dikatakan Riasan, menggunakan foto kepala desa untuk menarik simpatik dari masyarakat dengan berpose melambangkan nomor urut 02.

“Memberikan bantuan Covid-19 kepada masyarakat dengan menempelkan foto Heri Amalindo. Memang kegiatan itu sebelum penetapan paslon dan Heri Amalindo masih menjabat Bupati. Tetapi sudah diketahui secara umum bahwa H Heri Amalindo saat itu akan mencalonkan diri maju lagi pada Pilkada PALI. Tentu kami anggap hal itu sangat menguntungkan paslon tersebut,” tukasnya.

Riasan menegaskan, setidaknya ada 10 tuntutan yang mereka sampaikan ke Bawaslu PALI.

Sementara itu, Divisi Pengawasan Bawaslu PALI Iwan Dedi menyatakan bahwa setelah menerima laporan dari tim kuasa hukum paslon nomor urut 01, Bawaslu PALI akan menelaah laporan itu.

“Langkah kita tentu menerima laporan itu, kemudian lakukan kajian awal. Kalau laporan lengkap kami verifikasi. Apabila terbukti kita akan tindak lanjuti ke ranah hukum,” tandasnya.

Menyikapi adanya aduan dari kuasa hukum paslon nomor urut 01, Firdaus Hasbullah, kuasa hukum paslon nomor urut 02 menyatakan bahwa pihaknya menunggu panggilan dari Bawaslu.

“Saat ini kami belum mengetahui bentuk pelanggaran apa yang dilaporkan. Kita menunggu panggilan dari Bawaslu dan kalau sudah mengetahui bentuk aduan itu, kita akan pelajari terlebih dahulu untuk mengambil langkah selanjutnya,” kata Firdaus. (whr) 

 

LEAVE A REPLY