TikTok Bisa Jadi Konten Edukasi, Kata Dr. Ziee

0
242

5 Bulan 1,1 Juta Follower, Cara Baru Konseling Pasein

RADAR PALEMBANG – Platform distribusi video singkat, TikTok ternyata bukan hanya untuk sekedar fun saja. Namun, Dr Yessica atau dikenal dengan Dr Ziee, dokter estetika memaksimalkan penggunaanya sebagai zona edukasi.

Bahkan, platform yang juga dikenal sebagai Douyin ini menjadi salah satu cara bagi sang dokter berinteraksi dengan pasiennya disaat pandemi Covid19. Cukup membuat video singkat, pesan sampai ke masyarakat.

Itulah yang diisyaratkan Dr Ziee saat media roadshow #TikTokPintar, melalui zoom meeting, Selasa, (13/10). “Informasi-informasi seputar kedokteran sangat mudah terjadi distorsi dan misinformasi bila diberikan secara tidak tepat” kata Dr Ziee.

Dokter yang juga seorang konten kreator di TikTok ini juga menyampaikan dengan menggunakan fitur lagu dan mengikuti berbagai challenge yang sedang trend di TikTok, saya bisa menyampaikan tips-tips seputar kesehatan kulit dan estetika dengan format yang mudah dipahami dan tepat.

Jadi, lanjut dia, untuk Informasi kesehatan kulit dan skincare bisa lebih jelas, dan mendapatkan respon positif dari teman-teman TikTok melalui informasi video singkat ini.

Melalui platform video musik Tiongkok yang dluncurkan pada September 2016 ini, dirinya mengakui sangat santai dalam menyampaikan materi kesehatan dan tentunya bisa diterima semua kalangan.

Mengenai motivasinya, ia menyebutkan biasanya penyampaian informasi tentang kesehatan sangat formal. Sehingga, ini dirasa kurang menarik masyarakat sehingga pesan yang dibuat biasanya sulit dimengerti.

Adanya platform TikTok, menurut dia, kontennya bisa dibuat bervariasi, tergantung informasi yang ingin disampaikan. “Apalagi, informasi seputar medis, biasanya banyak orang bosan mendengarnya karena terlalu tegas (kaku,read),”kata dia.

Namun, dengan informasi sama melalui pendekatan berbeda bisa jadi ada reaksi postif atas materi yang ingin disebarkan, terutama tentang kesehatan disaat pandemi Covid19. “Dengan TikTok itu fun dan cepat dimengerti (pesannya,read),”kata dia.

Sebagai salah satu konten kreator di TikTok, Dr Ziee mengaku sebenarnya baru saja memulai kegiatannya ini. Bahkan, belum sampai hitungan 1 tahun atau masih dibawah 6 bulan.

Namun, karena menarik dalam penggarapan materi, lagu dan gambar membuat dirinya kini mempunyai jutaan pengikut di platform yang dibangun oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao.

“Dampaknya, kini lebih banyak dikenal orang, dapat komunitas baru, beberapa relasi baru, memperluas jaringan wawasan. Memulai sejak Mei 2020 lalu, kini saya sudah ada 1,1 juta follower, lumayan cepat,”jelas dia.

Selain itu, pemanfaatan TikTok ini juga memaksimalkan tugasnya sebagai dokter. Tak bertemu pasien secara langsung atau face to face, namun secara aktif berkomunikasi dengan pasien dan masyarakat luas untuk menyebarkan pesan tentang dunia kesehatan.

“Disaat pandemi Covid19 ini, kunjungan pasien kan dibatasi, adanya video singkat ini maka mempermudah saya untuk melakukan konseling dengan pasien dan lainnya,”ungkap Dr Ziee.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengajak membuat konten TikTok sekreatif mungkin, tentang hal positif bagi masyarakat. “Nggak ada yang sulit, gampang (mudah,read) banget, buat video semenarik mungkin, fokus ke satu topik, kasih background dan sound yang cocok.”

Kompetisi Video

TikTok, platform distribusi video singkat, melanjutkan program edukasi #SamaSamaBelajar dengan mengadakan kompetisi #TikTokPintar selama bulan Oktober 2020.

Pada kompetisi berhadiah ratusan juta ini, para kreator ditantang untuk menghasilkan konten edukasi yang berkualitas dalam berbagai tema seperti pengetahuan umum, bahasa asing, fakta seru, motivasi, bisnis, tips dan tutorial, DIY, life hacks serta IPTEK.

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar terutama kepada generasi muda. Dilansir dari laporan Deloitte Global Millennial Survey 2020, lebih dari 70% millenial dan Gen Z mengatakan pandemi telah menginspirasi mereka mengambil langkah positif dan memiliki tekad untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Hal ini tercermin di pesatnya konten berbasis edukasi di TikTok yang mendapatkan tontonan lebih dari 20 miliiar views untuk tagar #SamaSamaBelajar.

“Semakin banyaknya konten edukasi di TikTok berpengaruh kepada keberagaman kreator serta konten yang ada di TikTok,” kata Angga Anugrah Putra, Head of Users and Content Operations, TikTok Indonesia.

“Oleh karena itulah, kami berkomitmen untuk selalu mendukung perkembangan kualitas kreator, melalui tips dan juga kompetisi yang mendorong mereka untuk menghasikan konten yang semakin bagus dan informatif,”kata dia

Beberapa tips yang dapat diterapkan oleh kreator untuk menghasilkan konten yang lebih berkualitas di TikTok antara lain membuat video yang menonjol dengan menggunakan tampilan vertikal, caption video yang menarik dan bisa menambah konteks video, memakai efek kreatif, efek suara, serta musik yang sedang trending.

Kompetisi #TikTokPintar yang saat ini sedang belangsung dapat menjadi ajang untuk kreator menunjukkan kreativitasnya dan meningkatkan kualitas videonya. Untuk mengikuti kompetisi ini, pengguna TikTok dapat mengunggah konten berdurasi 15-160 detik dengan tema pengetahuan umum, bahasa asing, fakta seru, motivasi, bisnis, tips dan tutorial, DIY, life hacks dan IPTEK.

Pengguna disarankan menggunakan berbagai fitur kreatif dari TikTok dan menambahkan tagar #SamaSamaBelajar dan #TikTokPintar pada caption videonya. Kompetisi dimulai sejak tanggal 1 Oktober hingga 28 Oktober 2020 dengan hadiah total senilai Rp 400 juta dan hadiah menarik lainnya untuk para pemenang kompetisi. (dav)

 

LEAVE A REPLY