The Hungry Burgers Luncurkan Menu Terbaru Burger Porsi Jumbo

0
118
The Hungry Burgers

RADAR PALEMBANG – The Hungry Burgers bisa dikatakan ‘surga’ bagi penikmat roti bundar dengan irisan tengah terdiri dari daging dan sayuran atau biasa dikenal dengan nama burger. Meski baru seumur jagung, outlet yang berlokasi di Jalan Sumpah Pemuda tepat di pelataran gedung Graha Momea Palembang ini mampu mencuri perhatian konsumen dengan menu terbaru yang cukup fenomenal yakni Crazy Cheesy Cube dan  Crazy Chicken Cube dengan porsi jumbo untuk 3 – 4 orang.

“The Hungry Burgers sesuai dengan namanya artinya lapar,  jadi kita emang nyiapin menu yang size gede-gede dengan saus yang berlimpah. Pokoknya beda dengan burger-burger yang ada di Palembang,” tutur dr Imam, pemilik The Hungry Burger saat dibincangi, Minggu (24/1).

Crazy Chessy Cube adalah burger isi daging dengan berat 250 gram yang dilengkapi selada dan tomat, kemudian ditaburi caramel onion, bawang yang direndam selama 12 jam, dan terakhir dilumuri dengan beberapa macam saus yang diolah sendiri dengan racikan spesial. Menu menggugah selera ini dibanderol dengan harga Rp125.000. Sedangkan untuk Crazy Chicken Cube, burger dengan isi daging ayam ukuran 15 x 15 cm dan salad kol ungu serta disiram dengan saus. Menu ini dibanderol dengan harga Rp99.000.

“Untuk saus, kita ada saus mayo, saus barbeque,  dan saus keju,  yang kita racik sendiri, ini yang membedakan burger kita dengan yang lain,” jelasnya.

Selain mengandalkan saus yang memiliki kelezatan tersendiri di lidah,  outlet yang buka mulai pukul 12.00 – 22.00 WIB ini juga  menggunakan roti burger yang tidak biasa. Roti yang digunakan berbentuk kotak dengan 9 potongan. Perpaduan roti dengan tekstur lembut dan daging burger yang gurih memberikan sensasi kenikmatan tiada tara di setiap gigitan.

Ditambahkannya, untuk pemilihan daging burger sendiri, pihaknya tidak memilih secara sembarangan, daging harus memiliki standar kualitas yang bagus. “Kunci burger itu daging dan rasanya harus fresh dan juicy. Untuk daging kita custom sendiri ke supplier. Daging yang kita gunakan selalu fresh karena kita pesan setiap hari. Dalam sebulan kita bisa habis 200 kilogram daging,” terang dia.

Saat situasi pandemi, pria berusia 27 tahun ini juga tidak ingin mengambil resiko dengan ramainya konsumen yang datang ke outlet.  Ia pun memutuskan untuk lebih mengutamakan pelayanan secara drive thru maupun pemesanan online.

“Untuk dine in ada beberapa tapi tidak banyak, karena jujur aku agak ngeri ya. Saat pandemi tanggung jawabnya cukup besar kalau banyak yang makan di sini, jadi 90 persen pembelian kita lebih ke drive thru, GoFood dan Grabfood,” tandasnya.  (hen)  

LEAVE A REPLY