Temuan di tengah Kebun Kopi GAL, Bukan Prasasti Sriwijaya

0
145

RADAR PALEMBANG  Tulisan yang dipahatkan di prasasti itu memakai aksara Jawa Kuno ditemukan di tengah kebun kopi Dusun Gunung Agung Lama (GAL), Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara. Maka, peneliti dari Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan, Wahyu Rizky Andhifani menduga prasasti ini tak ada kaitannya dengan Kerajaan Sriwijaya.

Menurut Rizky, umumnya prasasti yang berhubungan dengan Kerajaan Sriwijaya memuat tulisan dengan aksara Pallawa. Sedangkan bahasa yang digunakan ini adalah Melayu Kuno. Sementara kata Rizky, aksara yang digunakan di prasasti di Gunung Agung Lama itu menggunakan aksara ha na ca ra ka (Jawa Kuno) yang bila diterjemahkan menjadi Joyo.  Artinya lanjut dia, prasasti ini bukan  dibuat di masa Sriwijaya. “Masanya sudah jauh. Prasasti itu dibuat sekitar abad ke-16. Sementara di abad itu Sriwijaya sudah runtuh,” ujarnya.

Yang paling mungkin, Wahyu menambahkan, prasasti itu berkaitan dengan Kesultanan Palembang. Namun, Wahyu yang dikenal sebagai ahli aksara ulu dan prasasti ini menyebutkan, untuk memastikan kebenarannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Ini supaya mengetahui alasan pembuatan prasasti di sana. “Ini pasti ada kaitannya dengan sejarah bahwa di sana dulu mungkin adalah pemukiman,” ucapnya.

Kabar tentang prasasti itu sendiri muncul pada Maret 2015 lalu. Berdasarkan pantauan, prasasti tersebut sekitar 100 meter dari Talang Ayek Salak. Letaknya di bawah sebatang pohon kopi. Prasasti ini ‘dihiasi’ tapak kaki kanan mungil. Ukurannya sekitar 5 cm. Dekat dengan tapak kaki ini terdapat jelas ukiran berbentuk rangkaian huruf kira-kira sepanjang 7 cm. (edi)

 

LEAVE A REPLY